JAKARTA- Dukungan ribuan facebooker terhadap Luna Maya tak menyurutkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bidang infotainment. Bagi mereka, hal ini adalah hal yang biasa.
“Biasa lah kalau ada pro kontra. Gak apa-apa kok. Demokrasi kan,” kata Remy Soetamsyah, Ketua Departemen Infotainment PWI dalam pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Senin (21/12/2009).
Remy mengaku sampai saat ini pihaknya masih menunggu tanggapan dari Luna Maya, perihal pengaduan ke Polda Metro Jaya, Kamis 17 Desember lalu. Pasalnya, sampai saat ini pihak Luna Maya masih bungkam perihal masalah ini.
“Belum ada (upaya damai). Sementara ini kita nunggu sikap dari pihak dia saja,” jelasnya.
Diketahui, Luna Maya menulis di dalam Twitter dengan menyebut wartawan infotainment lebih hina ketimbang pelacur, Selasa, 15 Desember lalu, pukul 00.00 WIB, pekan lalu.
Luna mengaku melakukan ini, karena kesal dengan ulah wartawan infotainment yang mengerubunginya di FX, Jakarta. Karena dikerubungi, putrid Ariel ’Peterpan’ yang tidur di bahunya terbentur kamera wartawan.
Wartawan infotainment didampingi PWI pun melaporkan Luna Maya ke Polda Metro Jaya dan menjeratnya dengan pasal UU ITE. Pasal dalam UU ITE merupakan pasal yang sama yang diajukan RS Omni Internasional untuk menjerat Prita Mulya Sari.
(uky)