JAKARTA - Mundurnya Wakil Kepala Kejaksaan Agung Abdul Hakim Ritonga dan non aktifnya Kabareskim Komjen Polisi Susno Duadji, dinilai seniman Franky Sahilatua tidak cukup untuk membersihkan dua institusi penegak hukum tersebut.
"Saya rasa harus cuci gudang. Gudang itu kan boksnya banyak, cuci gudang di Kepolisian, di Kejaksaan Agung," kata Franky di sela acara Dongeng Kebangsaan antara Cicak dan Pita Hitam, di Jalan Diponegoro 9, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2009).
Menurut Franky, yang terjadi saat ini adalah habibat para penegak hukum sudah rusak dan sulit untuk diperbaiki. Makanya, mundur Abdul Hakim Ritonga dan Susno Duadji dinilai tidak menjamin perbaikan di dalam kedua institusi hukum tersebut. Usulannya, adalah cuci gudang!
Sebagai seniman dan aktivis, Franky mengaku dirinya ahrus bersuara dan menyadarkan penguasa, penegak hukum yang sekarang menjauhi rakyat. "Kekecewaan, kemarahan muncul karena kita merespon ulah pernyataan-pernyataan dari Kepolisian, Kejaksaan, Presiden," katanya.
Dia menilai, selama ini yang terjadi hanyalah perbaikan kosmetik saja, janji-janji, tapi tidak ada langkah konkrit. Dia mengutip pernyataan pakar komunikasi politik Effendi Ghazali mengenai pencatutan nama Presiden SBY.
Seharusnya jika merasa namanya dicatut, Presiden SBY harus melakukan pengusutan, tapi hal ini tidak dilakukan SBY. Padahal itu adalah fakta sosial yang harus diungkap.
(uky)