“Lagu ini berangkat dari pengalaman aku bertemu seseorang yang banyak janji dan banyak bicara, tetapi nggak pernah ada aksi nyata. Lama-lama aku merasa eneg. Ternyata, hal seperti ini bukan cuma terjadi dalam hubungan romantis, tetapi juga bisa dengan teman, keluarga, atau sahabat,” ujar Cecil.
Melalui “CingCong”, Cecil ingin menyuarakan perasaan orang-orang yang sudah lelah mendengar alasan dan janji berulang kali tanpa pernah melihat bukti.
Baginya, tindakan nyata jauh lebih berarti dibandingkan sekadar ucapan. Karena itu, lagu ini juga menjadi pengingat agar seseorang bertanggung jawab atas apa yang sudah dijanjikan.
“Aku ingin lagu ini bisa mewakili orang-orang yang mungkin sudah muak, lelah, dan nggak tahu lagi harus berkata apa. Kalau memang bisa melakukan sesuatu, lebih baik dibuktikan daripada terus-menerus diucapkan,” lanjutnya.
Meski membawa pesan tentang kekecewaan, Cecil tidak ingin “CingCong” terdengar seperti lagu untuk menyerang atau menjatuhkan seseorang. Ia justru ingin pendengar bisa mengekspresikan rasa kesal secara positif melalui musik.