JAKARTA - Musisi Baskara Putra menegaskan, tak keberatan jika karya-karyanya dijadikan backsound berbagai video aksi demonstrasi maupun narasi gerakan perlawanan di media sosial.
Menurut Baskara, penggunaan lagu-lagunya di tengah aksi unjuk rasa justru memperlihatkan adanya kesamaan rasa dan frekuensi antara apa yang ia ciptakan dengan perasaan masyarakat.
“Saat musik digunakan untuk menyuarakan sebuah inspirasi dan gerakan berarti orang-orang menemukan common ground antara karya dengan pendengar lagu tersebut," ujar Baskara saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, pada 5 November 2026.
Pelantun lagu Secukupnya itu justru berseloroh bahwa keanehan baru terjadi apabila karya-karyanya dipakai untuk kepentingan yang justru berseberangan dengan pesan yang tertuang dalam lirik lagunya.
Baginya, musik dan karya seni tidak bisa dipisahkan dari dinamika sosial politik yang sedang terjadi. Bersuara lantang melalui karya dinilainya sebagai bentuk ekspresi yang sangat wajar bagi siapa pun.
Lebih lanjut, Baskara menegaskan, apa yang dilakukannya bersama rekan-rekan musisi lain di panggung belakangan ini murni merupakan bentuk keresahan sebagai warga negara yang ikut merasakan dampak dari kebijakan yang ada.
"Gimana kita bisa ngomongin cinta kalau misalnya ruang publik saja tidak ada dan selalu direbut, dan kebijakan tidak berpihak kepada kita semua. Sebelum menjadi seniman atau musisi, kami kan masyarakat biasanya," tuturnya.*
(SIS)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri