Habib Jafar mengaku awalnya tak terpikir akan masuk ke dunia film. Dia menjelaskan, buku Seni Merayu Tuhan lahir dari dua keresahan yang selama ini dirasakannya.
Pertama, dia melihat masih banyak orang yang semangat menjalankan ritual keagamaan, tetapi kehilangan makna spiritual di balik ibadah tersebut. Menurutnya, banyak orang menganggap amal ibadah sebagai alat tukar untuk mendapatkan surga, padahal yang terpenting adalah meraih rahmat Tuhan.
“Seolah-olah dengan amal itu kita bisa menjadikannya sebagai nilai tukar terhadap surganya Tuhan. Padahal kata Nabi Muhammad, amal itu tidak untuk menjadi alat tukar terhadap surganya Tuhan, tapi amal itu sebagai alat untuk mengetuk pintu rahmatnya Tuhan,” katanya.
Karena itu, dia ingin mengajak masyarakat memandang ibadah sebagai bentuk cinta dan rayuan kepada Tuhan, bukan sekadar rutinitas.
Selain itu, Habib Jafar juga ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap aktivitas sehari-hari bisa bernilai ibadah apabila diniatkan dengan benar.