Share

Perjuangan Panjang Freddie Mercury Melawan AIDS, Meninggal Sehari setelah Umumkan Sakit

Claudia Noventa, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 33 2718170 perjuangan-panjang-freddie-mercury-melawan-aids-meninggal-sehari-setelah-umumkan-sakit-gbyr87CTaL.jpg Freddie Mercury

MUSISI asal Inggris, Freddie Mercury, atau sosok yang lebih dikenal sebagai vokalis grup rock Queen meninggal dunia di usia 45 tahun, pada 24 November 1991.

Penulis lagu sekaligus produser rekaman itu meninggal setelah melewati perjuangan panjang melawan AIDS.

Mengutip dari Mirror, Rabu (30/11/2022), asisten pribadinya Peter Freestone mengungkapkan bagaimana sang bintang berjuang sendiri menghadapi pernyakitnya tersebut.

Saat itu, virus HIV memang sudah menjangkit banyak orang di seluruh dunia. Bahkan, teman-teman Freddie Mercury banyak yang meninggal akibat virus tersebut.

Namun, Freddie Mercury tetap menunda-nunda untuk melakukan tes hingga akhirnya dibujuk oleh cinta sejatinya, Mary Austin.

Freddie Mercury. (Foto: smoothradio)

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Peter Freestone menjelaskan bahwa dulu mengidap HIV seakan divonis hukuman mati. Belum ada obat seperti sekarang yang mampu memperlambat penyebaran virus dan dapat membantu memperpanjang umur pasien.

"Freddie melakukan biopsi pada tanda di tangannya. Dokter Freddie mencoba menelepon Freddie, yang tidak mau menerima telepon itu," cerita Peter.

"Akhirnya dokter memanggil Mary dan mengatakan kepadanya bahwa dia harus segera berbicara dengan Freddie, jadi Mary harus membujuk Freddie untuk berbicara dengan dokternya."

Freddie Mercury seakan tahu apa yang akan dikatakan dokter hingga tidak mau mendengar diagnosisnya. Setelah tahu bahwa dia positif HIV, tepatnya pada 1987, ia bersikeras untuk tidak mengumumkan penyakitnya kepada publik. Hanya mereka yang paling dekat dengan penyanyi legendaris itu yang diberitahu.

Bertekad untuk menyembunyikan penyakitnya dari jutaan penggemarnya di seluruh dunia, Freddie Mercury bahkan menghabiskan dua tahun terakhir hidupnya dalam pengasingan total. Hanya mengizinkan orang-orang terdekat yang bisa mengunjunginya.

Kemudian, pada awal November 1991, Freddie Mercury membuat keputusan memilukan untuk berhenti mengonsumsi obat AIDS ketika dia kembali ke Swiss.

24 jam sebelum dia meninggal, dia mengeluarkan pernyataan kepada pers, mengatakan kepada para penggemarnya bahwa dia telah didiagnosis mengidap AIDS.

"Saya merasa benar untuk merahasiakan informasi ini untuk melindungi privasi orang-orang di sekitar saya," isi pernyataannya.

"Namun, waktunya telah tiba bagi teman-teman dan penggemar saya di seluruh dunia untuk mengetahui kebenarannya, dan saya harap semua orang akan bergabung dengan saya, dokter saya, dan semua orang di seluruh dunia dalam perang melawan penyakit mengerikan ini."

Freddie Mercury akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah 4 tahun bertempur melawan AIDS. Tetapi di hari-hari terakhirnya, ia selalu memikirkan orang-orang di sekitarnya.

Musisi yang lahir pada 5 September 1946 itu sempat merekam album terakhir Queen, 'Made In Heaven', yang dirilis setelah kematiannya.

Selain itu, Freddie Mercury juga sempat membeli hadiah Natal untuk rekannya di Queen, yakni Elton John. Ia memberikan lukisan karya Henry Scott Tuke, salah satu artis favorit penyanyi 'Candle In The Wind' itu.

Karya seni itu dibungkus dengan sarung bantal dan disertai dengan catatan yang mengahrukan, "Dear Sharon, saya pikir Anda akan menyukai ini. Cinta, Melina. Selamat Natal."

Sharon dan Melina adalah nama panggilan masing-masing yang mereka buat secara khusus. Hadiah itu juga dikirim setelah kematian Freddie Mercury.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini