Share

Sinopsis Film Non-Stop, Aksi Pembunuh Misterius di Pesawat

Sukainah Hijarani, Okezone · Jum'at 25 November 2022 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 206 2715040 sinopsis-film-non-stop-aksi-pembunuh-misterius-di-pesawat-yUXuY4t5bY.jpg Sinopsis Non Stop (Foto: Ist)

JAKARTA - Film Non-Stop sebuah film thriller yang bakal tayang Jumat (24/11/2022) pukul 21.45 WIB. Film ini disutradarai oleh Jaume Collet-Serra, dan diproduksi oleh Joel Silver bersama internasional antara Prancis, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada.

Menampilkan Liam Neeson dan Julianne Moore merupakan seorang mantan perwira NYPD alkoholik yang berubah menjadi Marsekal Udara Federal yang harus menemukan seorang pembunuh dalam penerbangan internasional, dari New York ke London.

Film ini kolaborasi kedua antara Collet-Serra dan Neeson setelah Unknown. Didistribusikan oleh Universal Pictures sejak akhir kesepakatan Silver dengan Warner Bros. Dirilis di Amerika Serikat pada 28 Februari 2014.

Film Non Stop

Berdasarkan trailer yang dimuat di laman IMDb.com Non-Stop (2014) mengisahkan seorang anggota United State Air Marshall bernama William Marks kecanduan alkohol dan terlihat depresi. Dalam perjalanan pesawat dari New York ke London. Marks terbang bersama temannya bernama Hammond.

Tiba-tiba Marks mendapatkan pesan orang yang tidak dikenal sebelum pesawat mendarat. Ternyata pesan tersebut berisi ancaman yang mengharuskan Marks mentransfer uang sebanyak 150 juta dolar AS. Jika tidak dilakukan ia akan dibutuhkan di pesawat dalam kurun waktu 20 menit.

Kemudian, Marks berkonsultasi dengan Hammond terkait ancaman tersebut. Dari percakapan keduanya, Hammond tengah menyelundupkan kokain. Marks pun langsung membunuh Hammond saat mengetahui hal tersebut. Tepat 20 menit setelah ia menerima ancaman.

Marks akhirnya bekerjasama dengan petugas pesawat dan penumpang yang duduk di dekatnya untuk membongkar sosok pengirim pesan tersebut. Kapten pesawat pun dinyatakan tewas dalam waktu 20 menit. Suatu ketika, ia dibantu salah satu penumpang ialah Zack White, seorang programmer.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Keduanya mencoba mengungkap identitas pengirim pesan dan hasilnya menunjukkan kepada Charles Wheeler. Ketika melakukan interogasi, Wheeler tak pernah memegang ponsel yang digunakan untuk mengirim pesan. Tak lama, Wheeler meninggal dengan cara yang sama seperti korban yang lainnya.

Dalam penyidikan, Marks menemukan ada bom dalam kokain yang diselundupkan oleh Hammond. Bagaimakah kisah selengkapnya?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini