Share

Paman Jadi Tersangka, Wanda Hamidah Minta Perlindungan Hukum Jokowi

Syifa Fauziah, Okezone · Rabu 16 November 2022 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 33 2708466 paman-jadi-tersangka-wanda-hamidah-minta-perlindungan-hukum-jokowi-s49eAl9as3.jpg Wanda Hamidah. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Kasus sengketa tanah yang dialami Wanda Hamidah belum juga usai. Bahkan kini paman Wanda Hamidah, Hamid Husein, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyerobotan lahan yang dilaporkan pihak Japto Soerjosoemarno.

Tak terima dengan hal itu, Wanda pun membuat surat terbuka permohonan perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Wanda Hamidah juga mengunggah surat terbuka yang dibuat langsung oleh tim kuasa hukum pamannya. Di surat itu secara gamblang dijelaskan fakta-fakta bahwa rumah yang berlokasi di Menteng itu milik keluarga Wanda Hamidah.

"Semenjak paman kami ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya kemarin atas laporan saudara Japto atas tindak pidana penyerobotan, kami bingung konstruksi hukum apa yang dipakai oleh @poldametrojaya Pasal 167 memasuki pekarangan rumah tanpa izin, sementara keluarga kami secara turun menurun menempati rumah di Jl. Citandui no. 2, Cikini, Menteng tersebut dari tahun 1962," tulis Wanda dalam keterangan foto tersebut.

Wanda pun meminta bantuan kepada presiden dan kapolri untuk memberikan atensi terhadap kasus yang sedang dialaminya.

"Agar kami yang telah menghuni sejak tahun 1962 diberi keadilan, apalagi kasus ini diangkat ketika Indonesia menjadi tuan rumah G20, jangan sampai Indonesia dimata Internasional menjadi buruk," lanjutnya.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Wanita 45 tahun itu sangat menyesalkan tindakan Polda Metro Jaya yang dianggap tidak menghormati upaya hukum yang dia lakukan.

"Upaya hukum gugatan TUN dan Perdata atas dugaan tindak pidana dalam penerbitan SHGB diatas sedang kami tempuh, namun Polda Metro Jaya tidak menghormati upaya hukum yang sedang kami lakukan, dengan gegabah melakukan penetapan terhadap paman kami, kami akan terus melawan demi keadilan. Bismillah," tuturnya.

Dia pun berharap agar tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa seperti yang dialaminya.

"Kami berharap publik memberi perhatian terhadap kasus ini, cukup kami yang menjadi korban, kami berharap tidak ada korban lain lagi," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini