Share

Pengacara Korban Dugaan Penyekapan Nindy Ayunda Berharap Polisi Bisa Ambil Tindakan Tegas

Vania Ika Aldida, Okezone · Selasa 15 November 2022 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 33 2708130 pengacara-korban-dugaan-penyekapan-nindy-ayunda-berharap-polisi-bisa-ambil-tindakan-tegas-GCWYc4LdhR.jpg Nindy Ayunda (Foto: Instagram)

JAKARTA - Sudah 1 tahun 9 bulan lamanya kasus penyekapan yang diduga dilakukan oleh Nindy Ayunda dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Akan tetapi, hingga saat ini masih belum ada kejelasan terkait kasus yang dilaporkan oleh istri mantan sopir Nindy selaku korban dari dugaan penganiayaan tersebut.

Kini, Sulaeman yang diduga merupakan korban dari kasus tersebut buka-bukaan dan menjelaskan kronologi dari kejadian yang menimpanya. Pada 11 Februari 2021, ia mengatakan bahwa dirinya diminta kembali ke kediaman Nindy Ayunda di Jakarta Selatan saat tengah berada dalam perjalanan pulang. 

Setelah sampai di kediaman Nindy, Sulaeman mengatakan bahwa dirinya melihat Lia Karyati yang merupakan baby sitter. Tak lama, ia dan Lia diminta masuk ke dalam mobil oleh empat orang yang sebelumnya dikatakan Nindy akan datang menjemput mereka.

"Ditutup mata saya, terus ya saya tiba-tiba ditendang, dipukul, dan dada ditekan pakai lutut oleh seseorang," ujar Leman.

Sementara itu, pada 15 Februari 2021, Sulaeman mengaku diminta oleh Nindy untuk memberi kesaksian di depan media. Ia diminta untuk mengklasifikasi terkait tidak adanya penyekapan serta pemukulan.

Nindy Ayunda

"Di depan media saya didikte untuk mengatakan bahwa tidak ada penyekapan dan pemukulan terhadap diri saya," jelasnya.

Akibat kasus tersebut, Sulaeman hingga kini mengaku tertekan. Bahkan ucapannya tersebut sudah sempat ia sampaikan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan saat melakukan BAP.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Berdasarkan pengakuan Sulaeman, Fahmi Bachmid selaku pengacara berharap agar ada tindakan tegas. Pasalnya, ia juga sudah turut menyertakan bukti hingga saksi kunci atas kasus tersebut.

"Jangan tanya ke saya, silahkan tanya ke Polres Jakarta Selatan (untuk kelanjutan perkara)," jelas Fahmi.

Sementara itu, pihak Polres Jakarta Selatan mengaku belum dapat berbicara banyak terkait hal itu. Sebab, kebenaran dari perkataan Sulaeman sepenuhnya merupakan kewenangan dari penyidik.

"Penyidik itu, saya nggak bisa bicara itu,” ucap Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi saat dikonfirmasi.

Melalui kuasa hukumnya, pelantun Untuk Sahabat itu juga sempat membantah jika dirinya melakukan penyekapan dan penganiayaan.
1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini