Share

Taqy Malik Ogah Kembalikan Dana Reza Paten Net89, Ini Alasannya

Ravie Wardani, MNC Portal · Kamis 10 November 2022 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 33 2704974 taqy-malik-ogah-kembalikan-dana-reza-paten-net89-ini-alasannya-rQhrGS7kNG.jpg Taqy Malik (Foto: IG Taqy Malik)

JAKARTA - Taqy Malik ikut terseret kasus dugaan penipuan dan penggelapan melalui robot trading Net89. Dia baru saja menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Kamis (10/11/2022).

Pihak Taqy Malik menegaskan tidak akan mengembalikan uang hasil penjualan sepeda Brompton yang dibeli pemilik robot trading Net89, Reza Paten. Dia menerima dana senilai Rp777 juta dari Reza.

"Oh tidak, tidak ada (pengembalian uang), karena uang itu sudah digunakan untuk pembangunan masjid," kata Halim Darmawan selaku tim kuasa hukum Taqy Malik.

Taqy Malik

Taqy Malik sendiri mengaku tidak mengetahui secara detail apa itu robot trading Net89. Bahkan, dia menyebut baru mengenal sosok Reza Paten ketika menjadi peserta lelang sepeda miliknya.

"Saya suportif, beat itu terbuka siapapun, boleh ngebid. Mau dia masyarakat biasa, mau dia pejabat artis siapapun boleh. Saya katakan, siapa yang menang tertinggi ngebeatnya, telah ditentukan waktunya maka dia yang menang," kata Taqy Malik.

"Waktu itu yang menang, yang tertinggi adalah Mas Reza Paten," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Taqy Malik dan empat publik figur lainnya dilaporkan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Bareskrim Mabes Polri atas kasus dugaan penipuan berkedok investasi bodong melalui robot trading Net89.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Follow Berita Okezone di Google News

Taqy dilaporkan karena diduga ikut menerima aliran dana dari Reza Paten dari penjualan sepedanya melalui sistem lelang.

Laporan atas kasus ini juga telah teregister dalam nomor perkara LP/B/0614/X/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI per tanggal 26 Oktober 2022.

Kelima publik figur tersebut dapat dikenakan Pasal 5 ayat (1) Jo Pasal 2 ayat (1) Undang-undang No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 10 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini