Share

Bantah Lakukan Penipuan, Ayah Taqy Malik Laporkan Balik Pengusaha Saffron

Selvianus, MNC Portal · Minggu 13 November 2022 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 33 2706648 bantah-lakukan-penipuan-ayah-taqy-malik-laporkan-balik-pengusaha-saffron-mNzPRsNj2G.jpg Taqy Malik dan ayahnya (Foto: Instagram)

JAKARTA - Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik, akhirnya muncul dihadapan awak media melalui kuasa hukumnya untuk mengklarifikasi laporan dari pengusaha saffron bernama Aji Barkah. Sebelumnya, pada 8 Oktober 2022 lalu, Aji yang didampingi oleh kuasa hukumnya sudah melaporkan Mansyardin Malik ke Polres Metro Jakarta Selatan dan mengaku mengalami penipuan hingga Rp 200 juta.

Menanggapi laporan dan tudingan melakukan penipuan, kuasa hukum Mansyardin pun melayangkan bantahannya. Ia menyebut bahwa ayah Taqy Malik sama sekali tidak pernah melakukan tindak penipuan.

"Menurut mereka Aji Barkah melakukan penipuan dan hari ini kami akan membantah semua komentar-komentar dan opini-opini mereka bahwa kami tidak pernah melakukan penipuan dan penggelapan," ungkap Dedi DJ dalam jumpa pers di kantornya, di Kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (13/11/2022).

Dedi DJ mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan Ali Barkah ke Polda Metro Jaya, atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik perhari ini. Menurutnya tindakan yang dilakukan Aji Barkah, merupakan salah satu perbuatan sangat mencemarkan nama baik kliennya serta Taqy Malik.

Ayah Taqy Malik

"Hari ini kami juga sudah membuat surat polisi, ini jawaban kami ya bahwa kami bahwa Abi dan Taqy tidak pernah melakukan penipuan dan penggelapan," jelasnya.

"Maka atas opini yang beredar di luar kami anggap menyerang kehormatan Abi dan Taqy. Perhari ini kami sudah membuat laporan di Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik," tegasnya.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Dedy DJ menekankan bahwa pihaknya tak main-main dalam membuat laporan terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Bahkan, langkah-langkah preventif sengaja ditempuh untuk memulihkan nama baik kliennya yang dituding melakukan penipuan ratusan juta.

"Hati-hati ya bukan hanya 310, 311 KUHP yang hanya sanksi pidananya cuma sembilan bulan. Tetapi juncto UU ITE, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 yang sudah diubah menjadi Undang-undang 19 tahun 2016,” tegasnya.

"Jelas di pasal 2 ayat 3 setiap orang secara sengaja melawan hukum mendistribusikan informasi elektronik. Dan sengaja menyerang klien kami maka sanksi pidananya nggak main-main enam tahun dan denda satu miliar Rupiah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini