Share

George RR Martin Tebus Kesalahan GoT di House of The Dragon

Sukainah Hijarani, Okezone · Senin 05 September 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 206 2661079 george-r-r-martin-tebus-kesalahan-got-di-house-of-the-dragon-cVfdF3b7wh.jpg House of the Dragon (Foto: Ist)

LOS ANGELES - Penulis George R.R Martin menceritakan scene memorable Game of Thrones HBO. Pasalnya, dari musim debut drama tersebut banyak menangkap beberapa momen ikonik dengan sempurna.

“Kematian Ned Stark tidak mungkin dilakukan dengan lebih baik. Seperti Cersei Lannister, yang terlihat selama obrolannya dengan Robert Baratheon tentang pernikahan mereka yang hancur,” kata Martin, seperti dikutip dari HollywoodReporter.com, Senin (5/9/2022).

Martin menjelaskan ada dua adegan di debut drama tersebut, pada tahun 2011 menjadi penulis buku terlaris dan produksinya membuat serial TV paling epic sepanjang masa. Dengan anggaran yang cukup besar mencapai USD6 juta per-episode. Ia mengaku angka tersebut jauh dari dugaannya sebagai penulis.

House of the Dragon

Sementara itu, Martin juga mengungkapkan adegan yang paling membuatnya kesal yang kemudian diperbaiki di House of The Dragon. Ia menyebut di musim pertama GoT, Raja Robert memulai perburuan naas melalui hutan bersama dengan beberapa orang lain ketika dia digores oleh babi hutan.

“Di mana kami benar-benar jatuh ke dalam situasi, dengan adegan yang paling tidak saya sukai di seluruh pertunjukkan, di semua dalam drama King Robert goes hunting,” ujar Martin.

Dalam buku Fire Cannot Kill a Dragon, Martin menerangkan terdapat empat orang berjalan kaki melalui hutan membawa tombak dan Robert memberi Renly kotoran. Ia juga mengatakan Robert pergi berburu, yang dikabarkan tertusuk taring babi hutan, dan mereka membawanya kembali dan dia mati. Persis seperti yang digambarkan Dragon di episode ketiganya ketika mencatat pesta berburu Raja Viserys.

“Jadi, saya tidak pernah menulis adegan berburu. Tapi saya tahu seperti apa pesta berburu kerajaan itu. Akan ada seratus orang. Akan ada paviliun. Akan ada pemburu. Akan ada anjing. Akan ada tanduk yang bertiup. Begitulah cara seorang raja berburu!. Dia tidak akan hanya berjalan melalui hutan dengan tiga temannya memegang tombak berharap bertemu babi hutan,” terang Martin.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menariknya dari adegan lain dari Thornes. Martin menyatakan hal itu membuatnya frustasi karena keterbatasan anggaran juga menerima do-over Dragon: The jousting tourney. Ia menyebut urutan di Thrones sangat efektif dalam mementaskan beberapa tindakan menarik dengan efek praktis bersama dengan memperkenalkan beberapa intrik pengadilan King Landing. Namun, visi asli Martin untuk urutan tersebut lebih dari seperti Super Bowl of Westeros.

“Ada sejumlah poin yang harus kami kurangi, seperti turnamen jousting. Sebuah turnamen di abad pertengahan yang disponsori oleh co-executive produser, Bryan Cogman. Ada delapan joust yang berbeda dari naskah aslinya. Terdapat rasa pageantry dan pesaing naik dan turun dari rakyat jelatah,” ungkap Martin.

“Kita seharusnya mendapatkan setidaknya sebesar A Knights Tale, tapi kita tidak bisa mencapainya. Satu-satunya jousts yang kami lihat sangat penting untuk plot. Tetap saja, saya pikir itu bekerja dengan cukup baik,” tambahnya.

Haouse of Dragon menghadirkan turnamen jousting di episode debut acara tersebut, dengan urutan yang diperpanjang di depan kerumunan yang sangat besar (meskipun ditingkatkan CG). Jelas, Dragon memiliki anggaran hampir USD20 juta per episode membantu produksinya sedikit lebih besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini