Share

Andibachtiar Yusuf Buka Suara soal Dugaan Tampar Kru Wanita di Lokasi Syuting

Nurul Amanah, Okezone · Jum'at 02 September 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 33 2659423 andibahctiar-yusuf-buka-suara-soal-dugaan-tampar-kru-wanita-di-lokasi-syuting-CczCJjsGUV.jpg Andibachtiar Yusuf (dok Instagram)

JAKARTA - Sutradara ternama Andibachtiar Yusuf menuliskan klarifikasi dugaan kekerasan di lokasi syuting yang menyeret namanya.

Melalui akun Instagramnya dilansir MNC Portal Indonesia pada Jumat (2/9/2022), Andibachtiar Yusuf menyoroti banyak hal, seperti awal kisah menggarap serial Catatan Akhir Sekolah, perubahan platform yang akan menayangkan serial tersebut, hingga persiapan praktis.

Satu di antaranya berkaitan kasus dugaan kekerasaan di lokasi syuting.

"Saya sadar dalam kurun waktu 24-30 jam terakhir nama saya rutin disebut di berbagai platform media sosial. Beberapa kawan bertanya secara pribadi lewat saluran yg mereka punya untuk mengakses saya, pagi ini kawan-kawan media pun mulai satu persatu menghubungi saya," tulis Andibachtiar.

 BACA JUGA: Ernest Prakasa Tulis Pesan untuk Kru Film: Jangan Sungkan Speak Out

"Sampai kemudian malam ini saya merasa inilah saatnya saya mulai memberi respon....tentu dengan cara saya, cara Andibactiar," sambungnya. 

Andibachtiar memaparkan, kekerasan seperti apa yang sebenarnya dilakukannya terhadap kru tersebut. 

"Suatu hari kami merasa kekurangan figuran dan saya merasa permintaan serta seperti apa pakaian mereka sudah terdata setidaknya h-2 sebelum produksi. Saya pernah memaksakan syuting dgn jumlah figuran terbatas, hasilnya buruk dan tentu saja nama saya ada dlm tekanan dan catatan. Makanya saya memaksa untuk menggenapi jmlh sesuai dengan kesepakatan." 

"Saya kesal dan memaksa talent coordinator (sebut saja "kru") utk melengkapi jumlah, saya dorong agar menjauh karena saya sangat kesal. Sebagai orang yg percaya bhw kekerasan sebaiknya hanya terjadi di film aksi, saya yakin betul bahwa adalah DORONGAN yang saya lakukan, bukan TAMPARAN,"jelasnya. 

Selepas kejadian tersebut, Andibachtiar juga mengaku sudah meminta maaf kepada ayah dari kru yang tidak terima karena merasa anaknya diperlakukan kasar oleh Andibachtiar. 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Selepas beberapa scene (adegan) itu saya sempat menerima komplen dari seseorang yang merasa tidak terima karena beranggapan saya telah melakukan kekerasan terhadap anaknya. Saya ingat betul selain tentu menyampaikan maaf, saya juga bilang bahwa 'Mungkin dorongan saya terlalu keras, saya minta maaf'". 

Andibachtiar juga menambahkan, dirinya sudah meminta pihak Asosiasi Sutradara Film Indonesia (IFDC) untuk melakukan mediasi terhadap kru yang bersangkutan. Bahkan, belakangan ini diketahui bahwa asosiasi tersebut sudah mengeluarkan Andibachtiar dari keanggotaan. 

"Well hidup memang sungguh belum tentu seindah masa SMA, permintaan saya pada asosiasi (IFDC) untuk melakukan mediasi dengan "kru" yang bersangkutan sama sekali tidak digubris,"paparnya. 

Keputusan berbagai pihak terhadap dirinya yang merupakan imbas dari kasus ini, termasuk pemecatan oleh Paragon Pictures membuat Andibachtiar kaget seolah tak percaya. 

Menutup responsnya tersebut, ia menyebut saat ini hanya mengandalkan Tuhan yang menurutnya paling memahami situasi yang sebenarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini