Share

Perdana Main Film, Fuji Ungkap Kesulitan Saat Akting Nangis

Lintang Tribuana, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 33 2615553 perdana-main-film-fuji-ungkap-kesulitan-saat-akting-nangis-8SMkUgnehV.jpeg Fuji. (Foto: Instagram @fuji_an)

JAKARTA - Fujianti Utami atau Fuji memulai karier aktingnya dalam film Bukan Cinderella. Tak tanggung-tanggung di film itu, dia berperan sebagai tokoh utama.

Baru menjajal dunia seni peran, adik ipar mendiang Vanessa Angel ini mengungkap hambatannya dalam akting. Dia mengaku kesulitan saat harus beradegan menangis dan berkelahi.

Fuji

"Yang susah waktu disuruh adegan berantem sama adegan nangis. Lebih gampang marah-marah. Adegan nangis susah banget harus dapet feelnya," kata Fuji saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022). 

Untungnya, dia lebih banyak mendapat akting marah karena perannya digambarkan sebagai gadis galak.

"Aku sebagai Amora anak gadis SMA yang galak dan buat onar gitu," kata kekasih Thariq Halilintar ini.

Akting memang menjadi hal baru bagi Fuji. Bisa menjadi bagian film tersebut, bahkan dipercaya sebagai karakter utama ini pun membuat hatinya gugup.

"Awalnya pas screen test deg-degan modal nekat saja. Syuting sebelumnya enggak pernah mau coba hal baru alhamdulillah keterima. Ini mau tayang deg-degan banget dan aku takut," ujarnya.

Film Bukan Cinderella diadaptasi dari novel wattpad karya Dheti Azmi yang sudah dibaca lebih dari 10 juta kali. Fujianti Utami dan Rafael Adwel, dipercaya menjadi tokoh utama dalam versi filmnya yang disutradarai Adi Garin. 

Film yang bakal tayang 28 Juni mendatang ini menceritakan Amora, gadis SMA penyuka bela diri yang jauh dari sifat anggun bak Cinderella. Ia dipertemukan oleh Adam atas ketidaksengajaan sepatu yang tertukar sebelah. 

Mereka terjebak dalam permainan cinta dari rencana sahabatnya namun berujung saling mencintai. Bahkan, kisah mereka mampu mengubah kehidupan sosial di lingkungan sekolah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini