Share

Mengintip Akting Mesra Adipati Dolken dan Della Dartyan di Film Kambodja

Lintang Tribuana, Jurnalis · Sabtu 07 Mei 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 06 206 2590181 mengintip-akting-mesra-adipati-dolken-dan-della-dartyan-di-film-kambodja-hIOpeTMlNu.jpg Film Kambodja (Foto: Ist)

JAKARTA - Adipati Dolken dan Della Dartyan akan beradu akting dalam film Kambodja. Film besutan sutradara Rako Prijanto ini mengambil latar Indonesia pada tahun 1955, 10 tahun pasca-kemerdekaan.

Rako Prijanto mengaku tidak mengalami kesulitan saat memyutradarai film ini. "Alhamdulillah, semua berjalan lancar, tidak ada kesulitan. Semua pemain berakting secara optimal. Chemistry antar pemain juga sudah terjalin saat proses reading," terangnya.

Film Kambodja

Adipati Dolken juga merasa antusias, dengan tayangnya film Kambodja ini." Akhirnya setelah lama menunggu film ini tayang juga. Meski baru melihat trailernya, tapi sedikit menghilangkan rasa penasaran," ujar Adipati Dolken.

Film ini turut dibintangi oleh Revaldo, dan Carmela van der Kruk. Tayang pada 13 Mei 2022 di Klikfilm, Kambodja mengisahkan tentang Danti dan suaminya, Sena mendatangi sebuah rumah kos milik Cik Mei. Danti bekerja di perpustakaan sedangkan Sena aktif di sebuah partai. Rumah kosan itu hanya punya tiga kamar. Kamar pertama dihuni Bayu, seorang penulis lepas kolom opini dan cerita pendek di surat kabar. Sedangkan istrinya, Lastri adalah seorang biduan. Kamar kedua nantinya akan dipakai Danti dan Sena. Sedangkan kamar ketiga, lebih sering kosong, padahal disewa seseorang bernama Erwan.

Kehidupan kosan berasa sunyi, saat Sena pergi ke luar kota untuk urusan partai. Sedangkan Lastri juga keliling kota untuk bernyanyi di acara kampanye suatu partai. Maklum saat itu bulan-bulan menuju pemilu tahun 1955.

Danti dan Bayu nyaris tidak pernah bercakap. Setiap kali berpapasan di selasar atau ruang makan, keduanya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala. Seakan itu batasan mereka berdua. Suatu malam, Bayu yang kegerahan membawa mesin tiknya ke ruang tamu. Ternyata di situ duduk Danti tengah mengipas-ngipas kegerahan. Bayu minta maaf dan mau beranjak ke tempat lain. Tapi Danti mencegah, karena udara memang amat panas. Ruang tamu adalah ruangan yang sirkulasinya paling baik, udara mengalir deras. Bayu tersenyum kaku dan mulai mengetik. Ia tak sadar, saat diam-diam Danti beringsut pergi.

Bayu menyetorkan tulisannya pada Redaktur surat kabar. Redaktur menganggap tulisan Bayu terlalu dangkal. Tulisannya ditolak. Bayu yang kesal, memutuskan pergi ke perpustakaan untuk mencari referensi. Ia tak menduga bertemu Danti di situ. Bayu membaca dan mencatat, hingga lupa waktu. Karena berpapasan di depan perpustakaan saat tutup, Bayu dan Danti mau tak mau berjalan bersama untuk pulang ke kosan. Saat menunggu bis umum, mereka berteduh di bawah pohon Kambodja. Mereka bercakap-cakap untuk pertama kalinya.

(aln)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini