Sementara itu, Fremantle selaku pemegang lisensi hak siar dan komersil X Factor Indonesia, menyatakan bahwa gelaran X Factor Indonesia tahun ini terbilang sukses. Tidak hanya karena banyaknya peserta yang ikut dalam audisi, namun juga respon pemirsa untuk memberikan vote kepada peserta favoritnya masing– masing juga cukup tinggi. Sehingga di babak Grand Final nanti yang tampil memang merupakan pilihan pemirsa serta mempunyai kualitas untuk menjadi juara.
“X Factor Indonesia season ini menjadi show yang sangat dinanti-nanti. Tidak hanya karena respon masyarakat yang tinggi dalam mengikuti babak audisi, namun juga terlihat dari antusiasme para pemirsa memberikan dukungan dalam bentuk vote yang diberikan kepada kontestan favoritnya masing – masing. Dan lebih membanggakan X Factor Indonesia juga bisa berada dalam jajaran X Factor secara Global, baik secara kreatif show ataupun kontestannya. Terbukti dengan berkali-kali kontestan kita trending dari sejak Audisi, di-notice dan direspon penyanyi internasional,” ucap Victor Ariesza selaku Co Managing Director Fremantle.
Maysha, Alvin, Danar, dan juga 2nd Chance Judika mengaku bangga berada di posisi saat ini. “Saya pastinya bangga dan bersyukur banget karena sudah sampai dititik ini nggak mudah dan sulit, banyak tantangan yang harus saya lewati, harus banyak kerja keras. Ini juga semua karena doa dan dukungan dari keluarga, teman-teman, teman berbincang, dan pastinya mentor saya Kak Unge”, ungkap Danar dari tim BCL. Alvin sebagai teman satu mentor Danang-pun mengaku bangga, “saya bangga pada diri sendiri dan besyukur pada Tuhan karena sudah dikasih kesempatan hingga sampai disini. Untuk persiapan tidak beda jauh dengan minggu-minggu sebelumnya, tapi karena nanti malam ada koreo, jadi latihan koreo juga,” ungkap Alvin.
Sejalan dengan Danar dan Alvin, Maysha juga mengaku senang karena ini merupakan pencapaian yang membanggakan di usia dia yang masih muda. “Bersyukur banget aku di sini dikelilingi sama orang-orang yang punya ilmu banyak di dunia entertainment. Aku dibimbing oleh Teh Oca (Rossa) yang selalu sabar banget ngeliat kekurangan aku, makasih banget. Aku percaya semua progress yang aku dapet di X Factor ini karena aku dibimbing oleh Teh Oca dan aku bisa disini karena semua orang yang udah support aku dari nol sampai saat ini. Aku bisa menjadi salah satu orang yang bertahan dari belasan ribu orang hingga berada di posisi kita berempat saat ini,” tutur Maysha.
2nd Chance yang merupakan perpaduan beberapa kontestan juga merasa bahagia ada di tahap ini. “kami juga sangat bangga karena bisa menjadi sebuah grup yang dibentuk walaupun sebelumnya kami masing-masing sudah tereliminasi. Sebagai bentukan baru di X Factor ini, kami tentunya bersyukur sekali bisa berada di Grand Final. Apalagi di mentor oleh Papah Ariel (Ariel Noah),” imbuh Caecelia mewakili rekan-rekannya.
Pencapaian seluruh peserta tak lepas dari peran mentor yang sangat mumpuni di bidangnya. BCL dengan Alvin dan Danar, Ariel Noah dengan 2nd Chance, dan Rossa dengan Maysha. BCL merasa persiapan dari awal harus konsisten untuk Alvin & Danar atau semuanya. “Karena aku terlibatnya langsung ke mereka berdua, aku tahu how talented they are, bagaimana kerja keras mereka, bagaimana karakter mereka, karakter mereka totally different,” ungkap BCL.
“Tidak bersaing juga satu dengan yang lain, challenge aku disini juga bagaimana aku bisa memfasilitasi mereka mencapai potensi maksimal mereka. Aku percaya pada mereka, aku bangga mereka sudah sampai sejauh ini. Di luar segala persaingan, mereka juga bersahabat dan saling membantu satu sama lain. Kompetisi tapi saling membantu , tapi intinya mengeluarkan sisi terbaik dari masing-masing mereka. Tinggal bagaimana penonton memilih yang mana paling disukai”, imbuh BCL.