JAKARTA - Presenter Enzy Storia rupanya sempat dibully pada saat masih kecil. Hal itu terungkap saat berbincang hangat dengan Daniel Mananta dalam kanal YouTubenya.
Bermula dari perceraian kedua orangtuanya, Enzy akhirnya tinggal bertiga dengan sang ibu dan adik tirinya. Saat itu kondisi perekonomian keluarga Enzy sangat menurun. Dia bahkan tinggal di rumah petakan yang sangat sederhana.
"Jadi aku sempat banget tinggal di rumah kontrakan, petakan yang di perumahan petakan-petakan gitu lho kak. Kalau aku mau ke sekolah waktu SMA ya aku naik angkot," ungkap Enzy Storia, dikutip dari kanal YouTube Daniel Mananta Network, Selasa (19/10/2021).
Baca Juga:
Cerita Haru Enzy Storia Ditinggal Ayah Tanpa Pesan di Usia 6 Tahun
Kisah Pilu Enzy Storia Ditinggal Ayah Sejak Kecil, Begini Kronologinya

Memiliki kondisi finansial yang berbeda dengan teman-temannya, Enzy mengaku sempat merasa malu. Pasalnya, sejak SMP dia kerap bergaul di tempat elite dengan teman-temannya itu.
"Jadi waktu itu kalau aku mau ke sekolah, waktu SMA itu aku naik angkot. Sedangkan teman-teman aku itu anak-anak orang kaya, yang dari SMP kita mainnya memang suka bergaul gitu lho. Jadi ada itu momen-momen aku ngerasa malu," tambahnya.
Tak berhenti sampai di sana, Enzy sempat dibully karena memiliki penampilan yang berbeda di lingkungannya. Dia disebut-sebut sebagai 'Bule Kampung' hingga membuatnya trauma menggunakan Bahasa Inggris.
"Terus di perkampungan itu juga sering banget dikata-katain 'ih bule kampung' atau apa yang kayak gitu-gitu. Sampai ada momen aku tuh nggak mau ngomong pakai Bahasa Inggris sama sekali dulu," bebernya.
Sejak kecil Enzy memang terbiasa berbicara dengan Bahasa Inggris. Maka dia pun tak heran jika banyak orang menganggap dirinya sangat berbeda dengan yang lain. Namun, pada saat itu dia pun tak mengerti mengapa dia berada di perkampungan itu.
"Aku nggak tahu kenapa aku di sini juga. Kenapa aku dikatain, diisengin, sempat dilempar juga. Aku juga sempat yang marah gitu lho, aku orang Indonesia kok emang salah ya kalau kayak gini. Terus aku kan naik angkot kayak 'ih kok bule naik angkot sih' jadi aku ngerasa aku beda," kata Enzy.