Baca KBBI, Cara Nino RAN Hadirkan Lirik Mendalam

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Minggu 10 Oktober 2021 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 205 2483937 baca-kbbi-cara-nino-ran-hadirkan-lirik-mendalam-KAw4LIuLzj.jpg Nino RAN dan Gerald Sitomurang (Foto: ist)

JAKARTA - Nino RAN mencoba menghadirkan karya sebaik mungkin dalam berkarya. Untuk menambah kualitas musiknya, kejujuran menjadi modal penting dalam mengarungi industri hiburan.

Bagi Nino, genre lagu kedalaman lirik, keindahan melodinya, akan menemui pendengarnya dengan caranya sendiri. Cara ajaib, yang dalam banyak hal sangat sulit dilogika oleh penciptanya.

Baca Juga:

Akhirnya Negatif COVID-19, Nino RAN Ungkap Kerinduan pada Hal Ini

Nino RAN Donor Plasma Konvalesen: Ubah Pengalaman Buruk Menjadi Sesuatu

Nino RAN

Nino punya ritual agar selalu bisa menghadirkan lirik mendalam. Ia selalu menyempatkan diri membaca, Kamus Besar Bahasa Indonesia, untuk bisa menghadirkan diksi yang tepat dan menyentuh pendengarnya.

saya selalu sebisa mungkin baca KBBI, sekaligus membaca diksi dengan berawalan tertentu. Sehingga kita terlatih freestyle dengan rima. Ini berguna saat saya menulis lagu, karena rima keluar dengan sendirinya," kata Nino dalam acara Diksi Episode 2. Bertema; Menciptakan Karya Musik Yang Berdaya Tarik. Yang diinisiasi oleh FESMI (Federasi Serikat Musisi Indonesia).

Nino melanjutkan; " Dari taste gue menulis, kata-kata berima sangat mudah diingat. Kalau jaman dahulu (orang) nulis dairy, gue membiasakan diri menulis kalimat di note gue. Misalnya, ada orang datang, mau dibikinin lagu seperti apa, medium beat atau up beat, plus apa yang mau disampaikan dalam lagu itu. Biasanya dalam workshop pertama sejam dua jam, habis untuk ngobrol. Karena, biasanya, ada orang minta lagu sedih, pada saat saya sedang bahagia, dan atau sebaliknya. Untuk itu, note itu saya buka," katanya melanjutkan.

Gerald Situmorang, bassist Barasuara mengatakan, proses kreatif setiap penulis lagu, bisa bermacam-macam.

"Kalau inspirasi gue dari nonton bola. Karena cita-cita gue jadi pemain bola. Di luar suka main game dan anime. Meski makin ke sini, nulis lagu seperti trial dan error, apakah nulis lirik duluan atau melodi duluan. Kalau saya nonton bola biasanya dapat melodi, bukan kord. Kalau lagu ada entitas terpisah, ada melodi, harmoni atau kord, dan lirik. Karena gue gitaris. Setelah trial and error, saya akan memaksakan diri membuat lagu di hari itu juga," kata Gerard.

Gerard mengakui, menulis lagu, seperti latihan gitar. Meski ada dalam satu hari, dia bisa tidak dapat lirik dan lagu. Tapi, yang paling utama, menurut dia, tugas penulis lagu adalah men-chapter trigger pertama. Dapat sound baru dan seterusnya.

"Inspirasi tidak harus main game, anime dan nonton bola akhirnya, tapi bisa dari musik itu sendiri. Penulis lagu harus suka dengan apa yang dihasilkannya. Dan harus sadar dengan keputusan yang dia ambil," katanya.

Soal membuat lagu komersil, catchy sehingga diharapkan diterima masyarakat. Bagi Nino dan Gerard, tidak ada kiat tertentu. Karena menurut mereka berdua, dalam membuat lagu, memasukkan unsur komersial, baik dari segi melodi dan reff, misalnya, tidak ada formulasi pastinya. "Cukup menulis sejujur jujurnya," kata Nino.

Visi komersil seseorang adalah hasil manifestasi musik yang didengar. "Atau hook dalam kasus gue pribadi. Apakah lagu ada hooknya atau tidak, itu urusan nanti. Gue tidak pernah menyeting hook nya. Selama gue nyaman bikin lagu, jangan terlalu dipikirkan hook-nya, nanti ketemu sendiri. Sepanjang lagu yang gue ciptakan, itu hook keluar dengan sendirinya. Apapun yang keluar pertama kali dari mulut gue, itu yang terbaik. Itu akan menjadi sesuatu yang berdaya. Yang akhirnya mendatangkan ketertarikan," terang Nino.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini