Ucup Kehilangan Seseorang yang Berpengaruh pada Perjalanan Kariernya

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Senin 27 September 2021 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 598 2477717 ucup-kehilangan-seseorang-yang-berpengaruh-pada-perjalanan-kariernya-YcNnerHBGQ.jpeg Sinetron Kuraih Bintang (Foto: MNCTV)

JAKARTA - Sinetron ‘Kuraih Bintang’ selalu menawarkan cerita yang menarik, memotivasi dan menginspirasi lewat kisah seorang anak bernama Ucup yang berjuang untuk mewujudkan mimpinya menjadi atlet bulutangkis juara dunia. Kisah seru perjuangan Ucup dapat selalu disaksikan setiap hari, pukul 19.30 WIB.

Kisah bermula ketika Jaya memaklumi kondisi Cicih yang menggadaikan rumah untuk biaya pengobatan Dadang. Di Tunas Sakti, Bagas mengajarkan kepada team Senior, Trick deception gerakan menipu lawan seakan akan melakukan pukulan dropshot ke sebelah kanan, lalu perhatikan langkahnya dalam 1 second, lalu arahkan bola itu ke arah sebaliknya atau kearah lawan, teknik ini sangat tidak mudah karena membutuhkan kejelian dan insting.

Baca Juga:

Ucup, Bonang, dan Abe Mengikuti Pertandingan Tarkam, Mampukah Menjadi Juara ?

Kuraih Bintang: Melaju ke Babak Final, Akankah Ucup Juarai Turnamen Tarkam?

Kuraih Bintang

Kemudian Bonang dan Abe datang minta izin untuk lebih awal masuk mess Tunas Sakti. Mereka berdua diantar Pak Toyo menuju kamar mess. Sementara Topan dirumah setelah lari sprint, dijatuhkan mentalnya lagi oleh Alfian. Ucup menceritakan keberhasilannya kepada Dadang dan menunjukkan botol minum hadiah dari Candra Wijaya, saat itu Dadang berpesan untuk Ucup selalu konsisten, disiplin dan tidak mengecewakan pelatih. Saat dijalan Yanti mendengarkan bahwa Rani akan masuk label dapur rekaman.

Bonang dan Abe melihat senior melatih kelenturan tangan. Leni menantang Topan dan Pepeng, untuk menggantikan kekalahan Abe dan Bonang beberapa waktu lalu. Pertandingan seru terjadi antara Topan Pepeng melawan 1 orang Leni. Permainan yang tidak berimbang ini dimenangkan oleh Leni, sehingga Topan Pepeng mendapatkan hukuman atas kekalahan mereka sesuai perjanjian di awal. Dadang berpesan ke Jaya sebelum kepulangannya ke Jakarta bersama Ucup. Dan ini adalah pertemuan terakhir kedua sahabat karib ini.

Ucup berpamitan kepada Dadang dan Cicih untuk kembali ke Tunas Sakti. Di Mess, Chandra mengajarkan teknik melemaskan pergelangan tangan dengan menggunakan botol berisi air untuk melatih kekuatan lengan untuk melakukan smash, backhand dan relly. Ucup yang sudah di rumah Jaya berpamitan kepada Jaya dan Yanti untuk menetap di Tunas Sakti. Yanti merasakan sesuatu yang hilang, atas kepergian ucup ke Tunas Sakti.

Sementara di Tunas Sakti Chandra mengajarkan ke Team Senior teknik netting yang dapat mengalahkan musuh. Mulai dari cara memegang raket hingga pukulan. Topan yang diantar oleh Mami nya sampai ke Tunas Sakti berjanji akan berhasil di Tunas Sakti. Bonang yang kalah, dihukum goyang engkol.

Jaya mendapatkan kabar dari Cicih bahwa Dadang meninggal. Kontan Jaya langsung ke Tunas Sakti menjemput Ucup untuk segera pulang ke kampong. Marsha melatih senior Teknik Netting For hand disini diajarkan tekniknya secara menarik.

Leni, Ochi, Bonang, dan Abe masih sedih dan mengirim doa untuk Bapaknya Ucup. Topan yang sedang latihan Teknik memperkuat pukulan loop atau forehand pemain badminton dengan menggunakan Basket dari team senior, tanpa sengaja mengenai kepala Leni.

Sementara di Kampung, Dadang yang sudah dimandikan mau segera dimakamkan. Cicih langsung menelpon Ucup via Jaya untuk meminta izin.

Ucup yang berurai air mata meminta untuk menunggu, supaya bisa melihat Dadang terakhir kalinya. Atas penjelasan H. Zamroni, akhirnya Ucup merelakan Dadang dimakamkan tanpa menunggu kedatangan Ucup di Kampung.

Saksikan terus sinetron ‘Kuraih Bintang’ setiap hari, pukul 19.30 WIB di MNCTV.

Program sinetron ‘Kuraih Bintang’ merupakan produksi dari MNC Pictures, production terbesar di Indonesia yang merupakan anak usaha dari PT MNC Studios International Tbk.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini