Aldebaran Murka dengan Rendy, Sikapnya Begini Kepada sang Asisten

Laras Dwi Sasmita, Jurnalis · Sabtu 25 September 2021 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 598 2476593 aldebaran-murka-dengan-rendy-sikapnya-begini-kepada-sang-asisten-AzQgbQkiCA.jpg Aldebaran. (Foto: Ikatan Cinta)

IKATAN Cinta 24 September 2021 mengisahkan tentang Aldebaran yang membuat strategi di rumah soal memasukkan security atau penjaga rumah. Begitu juga Rendy, mulai diinterogasi Al karena dia terlihat di CCTV usai kejadian teror ikan busuk di lemari Mama Rossa.

Hanya Uya dan Riza yang diberikan izin untuk keluar masuk rumah Aldebaran. Aldebaran memberikan instruksi kepada Uya untuk menuruti perintahnya tersebut.

Dengan begitu, Aldebaran mengharapkan supaya terlihat jelas siapa yang dicurigai sebelumnya.

“Uya, saya mau hanya kamu dan Riza yang boleh keluar masuk rumah,” ucap Aldebaran.

“Kalau ada paket atau pesanan makanan, tolong dicek sampai semuanya aman,” lanjut Aldebaran.

Lebih lanjut, Aldebaran menuturkan bahwa peraturan ini akan berjalan sampai dia menemukan siapa dalang penerornya.

“Saya akan perlakukan peraturan ini sampai saya temukan siapa dalang teror ini semua,” tutur Aldebaran.

“Ok siap pak,” sahut Uya dalam percakapan telepon.

Sebelumnya, ada kejadian penemuan ikan busuk di kamar Mama Rosa. Aldebaran pun memanggil seluruh security atau penjaga rumah untuk menghadapnya.

Setelah dikumpulkan semua satpam, Aldebaran pun bertanya ke para penjaga rumahnya kenapa ada bangkai ikan busuk di lemari mamanya. Namun, para satpamnya memilih bungkam dan tak bersuara.

Aldebaran meminta Andin dan seluruh orang rumah untuk tidak menerima tamu secara sembarangan. Hal itu dikarenakan sebelumnya sudah adanya kejadian dari peneror lagi.

Peneror kembali membuat onar dengan keluarga Aldebaran, yakni Mama Rossa berteriak. Ternyata, diketahui di dalam kamar Mama Rossa ada ikan busuk.

“Selama saya gak di rumah, jangan terima tamu sembarangan,” ucap Aldebaran.

“Iya mas, iya,” sahut Andin.

“Jangan iya-iya aja kamu. Kamu juga ya, kalo gak ada urusan mendesak penting banget, jangan keluar rumah dulu,” ujar Aldebaran.

Dengan begitu, Aldebaran juga menyampaikan peringatan kepada para petugas keamanan yang sebelumnya sempat kebobolan. Karena Al tidak mengungkap hal buruk kembali terjadi dan menimpa keluarganya.

“Tolong jangan sampai ada kejadian yang tidak saya inginkan lagi. Jaga keamana dengan tepat,” tegas Aldebaran.

“Gimana juga, saya bakal temuin siapa orang yang ada sangkut paut sama peneror,” lanjutnya.

“Siap pak Al,” sahut petugas keamanan bersamaan.

Selain itu, di kantor juga Al memanggil Rendy untuk segera menemuinya. Tanpa ragu, Aldebaran langsung menginterogasi Rendy dengan berbagai pertanyaan soal CCTV yang sempat mati dan kemana saja Rendy pergi.

“Pas CCTV mati, kamu kemana aja?” tanya Aldebaran.

“Saya sempet di dekat kamar Bu Rossa, dengar sesuatu tapi saya gak cek,” jawab Rendy.

“Ya, semalam teror lagi, di kamar mama saya ada ikan busuk,” ujar Aldebaran.

“Apa? Ada ikan busuk? Astagfirulloh,” sahut Rendy.

Di ruang kerja Aldebaran, Andin menemukan surat pengajuan sidang pengadilan aju banding dari Mama Sarah. Hal itu dikarenakan, Mama Sarah ingin memperoleh izin menemani Elsa di pusat rehabilitasi.

“Gimana ma?” tanya Aldebaran.

“Gapapa, boleh,” jawab Mama Rossa.

“Mama serius?” sahut Andin.

“Iya, mama gak keberatan kalau dia bisa bebas, kan bisa jaga Elsa juga pindah ke pusat rehabilitasi,” ucap Mama Rosa.

“Nanti aku yang hadir ya ma,” ujar Aldebaran.

“Mama sebenarnya sakit hati, tapi kan gak cuma mama yang jadi korban, kamu juga jadi korban. Kalau kamu bisa maafin mereka, ya mama juga harus bisa,” tutur Mama Rossa.

“Dendam dan menggenggam itu sama seperti pegang bara, jadi gak bisa berdamai sama diri sendiri,” tukas Mama Rossa.

Sedangkan, Nino masih sangat mengharapkan bisa sembuh dan dapat melihat lagi seperti sedia kala. Hal itu disambut dengan kabar baik dari ayah Jessica yang memberitahukan info dokter spesialis mata di Singapura.

“Kalau Nino minat, saya kenalkan dengan dokter spesialis mata di Singapura,” kata Pak Irfan.

“Saya tahu kehebatannya dengan operasi kornea yang terkenal juga,” lanjutnya.

Nino yang mendengar kabar baik ini tentu sangat cerah wajahnya dan bersemangat untuk segera sembuh. Karena Nino masih mengharapkan untuk tetap bisa melihat Reyna terus berkembang dan menghibur dirinya.

“Iya pak Irfan, oke oke,” jawab Nino.

“Baik, kalau gitu, nanti saya infokan lebih lanjut aja ya,” ujar Pak Irfan.

Antara Nino dan Pak Irfan ternyata menjalin rekan kerja dan mengharuskan mereka berunding dalam meeting. Setelah selesai pun, Pak Irfan segera keluar ruangan dan bergegas pergi ke pusat rehabilitasi untuk menjenguk anaknya, yakni Jessica.

“Iya Pak Irfan, terima kasih,” sahut Nino.

“Sama-sama, sampai jumpa,” tukas Pak Irfan.

Saat berjalan keluar dari gedung meeting, Pak Irfan mendapat telepon dari suster Harapan Kasih. Ternyata itu adalah Jessica, dalam telepon Jessica meminta untuk ayahnya membawakan cincin yang ada di rumah juga.

1
6

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini