Musik, Cara Barakarama Project Rawat Kebinekaan Indonesia

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Minggu 13 Juni 2021 03:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 12 205 2424249 musik-cara-barakarama-project-rawat-kebinekaan-indonesia-9q8mMkx8Lr.jpeg Barakarama Project (foto: Ist)

JAKARTA - Baruna Priyotomo, vokalis Elpamas punya wadah dan project baru bernama Barakarama Project. Ia bertindak sebagai founder, songwriter sekaligus lead vocal.

“Ini adalah sebuah project yang mengangkat kembali keunikan dan kekayaan bunyi etnik di nusantara, menyatukannya dengan lirik yang memuat semangat kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi,” kata Baruna belum lama ini.

Baca Juga:

Kisah Dinda Kirana Idap Kista Ovarium

Alasan Cinta Laura Dukung Jerman Mati-matian di Piala Eropa 2020

Barakarama Project


Baruna mengungkapkan alasannya memilih musik etnik serta mengumbar lirik-lirik bermuatan nasionalisme. Rupanya, ia ingin menghormati leluhurnya yang berjuang demi kemerdekaan di Yogyakarta.

“Dalam darah saya, ada darah pejuang. Eyang saya dulu pejuang kemerdekaan di Yogjakarta, di zaman Pak Ahmad Yani,” ungkap Baruna.

“Mungkin benar, di atas umur 40 an, dengan jam terbang yang tinggi, hasrat menggelorakan cinta kebangsaaan, mengangkat seni etnik negeri sendiri sudah tidak bisa dibendung lagi,” ungkap Baruna.

Selaku founder, Baruna merancang project ini sebagai wadah untuk melakukan eksplorasi seni, tak sekadar hanya musik, tapi juga termuat unsur tari, teater, dan yang pasti kami ingin mengangkat seni tradisi Indonesia.

Formasi Barakarama Project saat ini adalah Baruna (vokal), Riffy Putri - Yuyun - Bunga (vokal), Toto Tewel dan Youslam (gitar), Ardy (bas), Estu Pradana (keyboards), Ihsan (biola), Hendrikus ( perkusi ) dan Rere (drums).

Rere (drummer) menyebut, titik berat Barakarama Project adalah, mereka beralih dari industri musik mainstream menjadi penuh unsur etnik.

“Kita ingin merawat pluralisme, keanekaragaman budaya, bahasa, suku dan agama Indonesia. Dan sebagai seniman, kita bersuara lewat musik. Unsur etnik di sini menjadi penting, agar kita tidak asing dengan budaya kita yang sangat kaya!”

Rere berharap dalam waktu mendatang Barakarama Project bisa saja menggelar diskusi tentang membangung toleransi.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini