
Baruna mengungkapkan alasannya memilih musik etnik serta mengumbar lirik-lirik bermuatan nasionalisme. Rupanya, ia ingin menghormati leluhurnya yang berjuang demi kemerdekaan di Yogyakarta.
“Dalam darah saya, ada darah pejuang. Eyang saya dulu pejuang kemerdekaan di Yogjakarta, di zaman Pak Ahmad Yani,” ungkap Baruna.
“Mungkin benar, di atas umur 40 an, dengan jam terbang yang tinggi, hasrat menggelorakan cinta kebangsaaan, mengangkat seni etnik negeri sendiri sudah tidak bisa dibendung lagi,” ungkap Baruna.