Kesaktian Putri Nima dari Kerajaan Champa Buat Kian Santang Kewalahan

MNC Media, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 598 2420177 kesaktian-putri-nima-dari-kerajaan-champa-buat-kian-santang-kewalahan-NZKHGSweTI.jpg Cuplikan adegan Raden Kian Santang Prahara di Langit Pajajaran. (Foto: MNCTV)

JAKARTA - Sinetron Raden Kian Santang Prahara di Langit Pajajaran kali ini menghadirkan kisah para punggawa Pajajaran yang datang ke masa lalu untuk menyelamatkan Kian Santang. Mereka adalah Walangsungsang, Rarasantang, Surawisesa, dan Paman Cacing.

Akhirnya, konflik Kendangwesi berhasil diselesaikan dan Kian Santang menyerahkan tahta kerajaan pada Parwati. Dia kemudian pamit pulang ke Pajajaran bersama saudaranya. 

Sementara di Kerajaan Suka Mulya, muncul seorang perempuan cantik berwajah bengis bernama Putri Nima. Dia memegang Tombak Takdir dengan ujung yang bersinar. Jika dia mengayunkan tombak tersebut, maka akan keluar cahaya biru yang mengubah semuanya menjadi es.

Sampai akhirnya muncul Prabu Darmala, Raja Suka Mulya. Nima menyerang Darmala hingga membeku, menuduhnya sebagai pengkhianat, dan menghina Kerajaan Champa tempatnya berasal. Istri Darmala kemudian dibawa pergi dan secara tragis Kerajaan Suka Mulya berubah jadi Pulau Es. 

Di sisi lain, Kian Santang yang baru keluar dari Lobang Cacing tiba di Kerajaan Suka Mulya yang telah berubah menjadi es. Tiba-tiba muncul seorang gadis cantik berusia 10 tahun yang lari panik menghampiri dirinya. Dia adalah Maya, putri Prabu Darmala, satu-satu warga kerjaan yang selamat dari serangan Putri Nima.

Maya pun mengisahkan apa yang terjadi pada keluarga dan kerajaannya kepada Kian Santang. Kerajaan Sukamulya adalah perdikan Pajajaran dan Kian Santang merasa punya tanggung jawab untuk menyelamatkannya.

Baca juga:

Kandangwesi Himpun Kekuatan untuk Merebut Pajajaran, Kian Santang Kewalahan

Kim Kardashian Dikecam Usai Unggah Foto Seksi dengan Atribut Agama Hindu

Hingga pertarungan Kian Santang melawan Putri Nima tak bisa dihindari. Namun rupanya sang putri sangat sakti dan sulit untuk dikalahkan. Bahkan dia tak takluk pada Pedang Zulfikar. Dengan Tombak Takdir, Walangsungsang dan Surawisesa diubahnya menjadi es.

Kian Santang dan Rara Santang terpaksa mundur sambil menyelamatkan Walangsungsang, Maya, dan Surawisesa yang sudah membeku. Mereka masuk ke wilayah Pajajaran yang sebagian sudah  membeku jadi es karena tombak Putri Nima.

Kujang Kembar pun tidak sanggup melawan Tombak Takdir. Siliwangi berusaha menyelamatkan diri dan keluarganya. Namun Putri Nima semakin kuat karena didukung oleh sang kakak yang jauh lebih sakti, Pangeran Wangdi. Siliwangi akhirnya terpaksa sembunyi. 

Akhirnya bantuan datang dari Kuncung Putih, ia memberi tahu Kian Santang bahwa Pangeran Wangdi dan Putri Nima hanya bisa dikalahkan oleh Tiga Tombak Naga yang ada di tiga gunung. Pedang Baru Klinting yang ada di Gunung Merapi, Tombak Antaboga yang ada di Gunung Slamet, dan Tombak Nagaraksa yang ada di Gunung Ciremai. 

Berhasilkah Kian santang CS mendapatkan 3 Tombak Naga? Mampukah ia menghentikan kekejaman Pangeran Wangdi dan Putri Nima? Saksikan terus Raden Kian Santang Prahara di Langit Pajajaran di MNCTV, setiap hari, pukul 21.00 WIB.

Sinetron kolosal Raden Kian Santang Prahara di Langit Pajajaran ini merupakan produksi MNC Pictures yang merupakan unit usaha di bawah PT MNC Studios International Tbk (MSIN).*

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini