JAKARTA - Sinetron Raden Kian Santang Prahara di Langit Pajajaran kali ini menghadirkan kisah para punggawa Pajajaran yang datang ke masa lalu untuk menyelamatkan Kian Santang. Mereka adalah Walangsungsang, Rarasantang, Surawisesa, dan Paman Cacing.
Akhirnya, konflik Kendangwesi berhasil diselesaikan dan Kian Santang menyerahkan tahta kerajaan pada Parwati. Dia kemudian pamit pulang ke Pajajaran bersama saudaranya.
Sementara di Kerajaan Suka Mulya, muncul seorang perempuan cantik berwajah bengis bernama Putri Nima. Dia memegang Tombak Takdir dengan ujung yang bersinar. Jika dia mengayunkan tombak tersebut, maka akan keluar cahaya biru yang mengubah semuanya menjadi es.
Sampai akhirnya muncul Prabu Darmala, Raja Suka Mulya. Nima menyerang Darmala hingga membeku, menuduhnya sebagai pengkhianat, dan menghina Kerajaan Champa tempatnya berasal. Istri Darmala kemudian dibawa pergi dan secara tragis Kerajaan Suka Mulya berubah jadi Pulau Es.
Di sisi lain, Kian Santang yang baru keluar dari Lobang Cacing tiba di Kerajaan Suka Mulya yang telah berubah menjadi es. Tiba-tiba muncul seorang gadis cantik berusia 10 tahun yang lari panik menghampiri dirinya. Dia adalah Maya, putri Prabu Darmala, satu-satu warga kerjaan yang selamat dari serangan Putri Nima.