Cerita Ferry Salim Buka Restoran Jepang dengan Konsep Batasan Waktu

Dody Ferdiansyah (Koran Sindo), Jurnalis · Sabtu 15 Mei 2021 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 33 2410516 cerita-ferry-salim-buka-restoran-jepang-dengan-konsep-batasan-waktu-SA0ZbkkQPz.jpg Ferry Salim (Foto: IG Ferry Salim)

JAKARTA - Aktor Ferry Salim melebarkan sayap. Selain sibuk di dunia hiburan, kini Ferry Salim memiliki usaha kuliner, restoran Jepang. Dalam membangun usaha kuliner tersebut, Ferry Salim menerapkan konsep pembatasan waktu makan waktu yakni 1,5 jam.

Dalam menerapkan konsep tersebut, banyak yang berkomentar bahwa tidak mungkin membuat resto di Indonesia dengan membatasi waktu makan. Orang merasa sudah membayar sehingga tidak mau waktunya dibatasi. Meski ada komentar miring, Ferry tak patah arang. Dia tetap menjalankan ide itu.

“Jika nanti ada orang lain yang membuat konsep serupa dan berhasil, saya akan menyesal seumur hidup,”dalihnya.

Baca Juga:

Punya Selera Fashion yang Sama, Intip Gaya Kompak Ferry dan Brandon Salim

Adegan Wafat Henky Solaiman Jadi Nyata, Ferry Salim: Selamat Jalan Seniman Film Sejati

Ferry Salim

Dia mengakui awalnya susah menjalankan konsep pembatasan waktu makan itu. Dia menceritakan, di Twitter dan Facebook ada yang menulis tentang resto miliknya yang dibatasi waktu makannya. Justru orang lain penasaran ingin mencoba merasakannya. Di situlah tantangan bagi Ferry, maka dia membuat restorannya berkualitas.

Terobosan lain yang dilakukan Ferry, di meja resto terpasang stiker bertuliskan “ Ambil makanan secukupnya”.

Ferry menceritakan, di luar negeri jika makanan tidak habis, diambil lagi oleh pihak resto , ditimbang lalu pengunjung tersebut didenda. Tapi dia menyadari hal itu tidak mungkin diterapkan di Indonesia karena terlalu ekstrem.

Di luar negeri ada restoran yang ekstrem lagi, ditempel sebuah tulisan “Coba renungkan anak-anak di Afrika yang tidak bisa untuk makan”.

Menurut pengamatannya, bisnis kuliner prospeknya bagus karena makan sekarang mulai mengarah ke gaya hidup. Orang mulai tidak suka makan di rumah. Maka bisnis yang paling menjanjikan adalah kuliner.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini