JAKARTA - Selama bulan suci Ramadan, iNews menghadirkan program DAI Spesial Indonesia 2021. Program pencarian bakat pendakwah cilik dikhususkan untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus dari berbagai provinsi di Indonesia, dan terpilih 12 anak luar biasa yang berhasil mencuri perhatian dengan kemampuan berdakwah sekaligus penguasaan bacaan Al Quran dengan teknik hafalan yang baik.
Sebanyak 12 anak luar biasa peserta DAI Spesial Indonesia 2021 bersama juri spesial diantaranya Ustadz Taufiqurrohman atau Ustaz Pantun, Ustaz Maulana dan Ustaz K.H. Fikri Haikal MZ dan dipandu oleh host Fadli Akhmad hadir setiap hari selama bulan Ramadan pukul 15.30 WIB dan 03.30 WIB di iNews.
Baca Juga:
Cerita Cinta Mumuk Gomez, Berawal dari Sahabat hingga Kini Dilamar
Terusir dari Rumah Atta Halilintar, Thariq: Sekarang Lupa Sama Adiknya Sendiri

Berikut profil singkat 12 peserta DAI Spesial Indonesia 2021:
1. M. Raisa Abdi Perdana
M. Raisa Abdi Perdana merupakan peserta berusia 12 tahun asal Jakarta. Dana, akrab disapa, berlatih dengan cara mendengarkan murotal setiap hari yang diajarkan oleh sang ayah. Berkat kegigihannya, Dana saat ini sudah menghafal Al Quran juz 30, 12 dan 26. Awalnya, ibunda tidak bisa menerima keadaan Dana, akan tetapi Dana tumbuh tidak seperti yang ibunya takutkan.
2. Alana Ragil Prasetyo
Akrab dipanggil Alana, peserta asal Banjarnegara ini sudah hafal 10 juz Al Quran. Bocah usia 12 tahun ini berhasil menjuarai kompetisi diantaranya kompetisi Musabaqah di Padang dan lomba yang diadakan stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu. Sejak umur 3 tahun, Alana sudah diajarkan sang ibu yang berprofesi sebagai pedangang untuk membaca Al Quran. Alhasil ketika di usia 5 tahun, ia mampu menghafal 2 juz.
3. Dion Saputra
Peserta asal Bau-Bau Sulawesi Tenggara ini menghafal Al Quran berkat bimbingan guru agama di kampungnya. Dion yang berusia 14 tahun ini mendapat dukungan oleh Pemda asalnya untuk berlatih di pesantren mempersiapkan kompetisi DAI Spesial Indonesia. Dion mampu membuktikan kemampuan dirinya walaupun dalam keadaan fisik yang tidak sempurna dan dibesarkan dari keluarga kurang mampu.
4. Gantini Putri
Gadis cantik dan manis berusia 12 tahun yang berasal dari Ciamis ini pernah mengikuti beberapa lomba mengaji. Sejak usia 5 tahun, Putri sudah belajar Al Quran dengan mendengarkan melalui Al Quran digital yang diputarkan sang ibunda. Putri merupakan anak kedua, Ia bercita-cita menjadi seorang ustazah. Semangat Putri untuk belajar mengaji dibuktikan dirinya sampai rela berjalan kaki menempuh jarak 2 kilometer.
5. Sherin Arzia
Sherin Arzia yang akrab disapa Pinky atau Honey merupakan gadis ceria yang bercita-cita menjadi seorang pendakwah. Sherin yang sangat menyukai warna pink ini beberapa kali mengikuti kompetisi mendakwah dan mendongeng mulai dari tingkat sekolah sampai nasional. Sherin tumbuh dibesarkan sendiri oleh ibunya dengan penuh kasih sayang, anak yang ceria dan disukai banyak orang.
6. Eko Kempot
Memiliki nama lengkap Eko Wahyu Marsono, berasal dari Boyolali berumur 11 tahun. Anak tunggal yang memiliki cita-cita mulia sebagai penghafal Al Quran. Eko memiliki motivasi membahagiakan kedua orang tua, dan ingin membawa bangga serta daerah asalnya, Kabupaten Boyolali.
7. Nuriyah Syakila
Nuriyah Syakila biasa dipanggil Kaila merupakan gadis cantik berumur 13 tahun. Kaila pernah mengikuti beberapa lomba musabaqah. Berkat ketekunannya, ia mampu menghafal Al Quran 30 juz. Kaila adalah putri pertama dari tiga bersaudara. Harapan mulia Kaila ingin menjadi dosen, ustazah dan penghafal Quran. Kaila ingin memotivasi anak Indonesia supaya cinta Al Quran.