Polemik PP Hak Cipta Lagu, Pengamen Wajib Bayar Royalti?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 205 2391981 polemik-pp-hak-cipta-lagu-pengamen-wajib-bayar-royalti-5Wtbe6GWtE.jpg Ilustrasi musik (Foto: Marius Masalar/Unsplash)

JAKARTA - Setiap orang atau pihak tertentu yang menggunakan lagu dan/atau musik secara komersial dan ataupun pada layanan publik wajib membayar royalti. Aturan ini tertuang pada PP Nomor 56 Tahun 2021 terkait Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah pengamen jalanan juga perlu membayar royalti karena mereka membawakan lagu orang dengan tujuan mencari keuntungan?

Baca Juga:

Komentari Peraturan Royalti, Julian Jacob: Karya Bukan Melulu Soal Duit

14 Tempat dan Kegiatan Ini Harus Bayar Royalti saat Putar Lagu

Ilustrasi Pengamen

Diterangkan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Harris, secara sederhana, pengamen memang masuk ke dalam definisi yang diatur dalam PP tersebut. Tapi, ada semacam pengecualian pada kasus pengamen jalanan.

"Kalau pengamen di jalan, mereka buat dapat seribu atau dua ribu susah. Buat makan nasi saja susah. Kalau dibaca secara aturan, ya, memang mereka kena, tapi pada realitanya enggak pernah diambil (royaltinya dari mereka). Ya, namanya pengamen, ya, sudah," kata Freddy dalam konferensi pers virtual, Jumat (9/4/2021).

Jadi, bisa dikatakan bahwa pengamen di jalanan secara hukum mereka kena aturan, tapi ada faktor lain yang akhirnya membuat mereka tidak pernah ditarik royalti padahal sudah membawakan lagu orang lain.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini