Isi Lengkap Bantahan Profesor M atas Semua Tuduhan Era Setyowati

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 33 2390515 isi-lengkap-bantahan-profesor-m-atas-semua-tuduhan-era-setyowati-vgl8RZb2ls.jpg DJaja Ahmad DJayus, kuasa hukum Profesor M (Foto: Carlos/MNC Portal Indonesia)

JAKARTA - Profesor M telah memberikan pernyataan atas semua tuduhan yang dilontarkan Era Setyowati. Melalui kuasa hukumnya, Djaja Ahmad Djayus pada Selasa (6/4/2021), guru besar PTN terkenal di Bandung itu membantah tegas ssemua tuduhan Era Setyowati.

Berikut ini pernyataan resmi berisi kronologi perkenalan dan hubungan antara Profesor M dengan Era Sulistyowati (ES) yang diterima tim MNC Portal Indonesia:

Kuasa hukum profesor M

"Klien kami, Profesor M benar merupakan Guru Besar pada salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bandung dan Komisaris pada salah satu BUMN.

"Prof M. berkenalan dengan ES sekitar bulan April 2016, di sebuah Mall di Jakarta Pusat. Pada saat itu ES minta nomor telepon Profesor M melalui seorang kawannya.

"Selanjutnya ES mulai aktif menghubungi, dan pernah sekali waktu di tahun 2016 mengejar Profesor M ke Bali yang saat itu sedang bertugas, dengan dalih yang bersangkutan kebetulan sedang berlibur ke Bali.

Baca Juga:

Prof M Tegas Membantah, Kuasa Hukum Era Setyowati: Kembalikan Kehangatan Tubuh Itu

Mengenal Era Setyowati, Miss Landscape Indonesia yang Tuding Bos BUMN Telantarkan Anak

"Sejak semula ES sudah mengetahui bahwa Profesor M telah beristri dan memiliki anak dan sudah ditegaskan bahwa Profesor M tidak akan pernah menikahi yang bersangkutan.

"Kemudian pada 2017, ES mendaftar kuliah ke LSPR, dan meminta agar biaya kuliah dapat dibantu oleh Profesor M hingga studinya selesai. Komitmen yang disepakati adalah bahwa ES harus bersungguh-sungguh menjalani studi.

Era Setyowati

"Hingga bulan Maret 2021, Profesor M masih memberikan bantuan biaya studi ES karena sudah menjadi komitmennya untuk melihat ES lulus studi dan memiliki masa depan yang lebih baik dengan bekal pendidikan S1. Seharusnya pada November 2021 ES akan diwisuda.

"Klaim ES yang menyatakan ada pernikahan pada 2018 adalah tidak benar, karena hingga saat ini sama sekali tidak ada peristiwa pernikahan antara ES dengan Profesor M, baik secara resmi maupun nikah siri (di bawah tangan).

"Dengan demikian, pernyataan yang disampaikan

oleh ES melalui kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, jelas merupakan keterangan palsu kepada publik dan pejabat lembaga negara (KPAI).

"Pernyataan ES yang mengklaim bahwa dirinya dibelikan 1 unit apartemen oleh Prof. M, juga tidak benar. Fakta yang sebenarnya adalah bahwa Profesor M, pernah memberikan bantuan biaya sewa apartemen bulanan kepada ES.

"Bantuan ini terpaksa diberikan oleh Profesor M kepada ES, karena yang bersangkutan berulang kali mengancam akan mempublikasikan hubungan mereka ke keluarga dan kolega Prof. M.

"ES mengklaim bahwa Profesor M membiayai dan menunggui proses kelahiran anaknya pada bulan Agustus 2020 di RS Hermina yang dianggapnya sebagai bentuk tanggung jawab Profesor M karena itu adalah anak mereka, juga merupakan pernyataan tidak benar.

"Fakta yang sebenarnya adalah, keberadaan Profesor M di ruang rawat menjelang persalinan dilakukannya semata-mata untuk memberikan bantuan biaya persalinan, karena pada saat itu ES meminta bantuan biaya persalinan dan tidak ada satu pun keluarga maupun rekan-rekan ES yang bersedia membantu dia.

"Pernyataan ES yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution yang mengklaim bahwa kedatangan Profesor M ke kantornya dimana Profesor M menyebut ada 'kesediaan' memberikan sejumlah uang sebagai bentuk ‘pengakuan' atas anak yang dilahirkan ES, adalah tidak benar.

"Fakta yang sebenarnya adalah Profesor M datang ke kantor hukum Razman Arif Nasution adalah atas undangan Razman.

"Dalam pertemuan itu, Razman Arif Nasution meminta uang sebesar Rp1 miliar, dengan dalih biaya hidup anak yang dilahirkan oleh ES, yang merupakan hasil hubungan dengan Profesor M.

"Terhadap permintaan ini, Profesor M menyatakan keberatan karena merasa anak tersebut bukanlah anaknya, dan jika pun ada kesediaan memberikan bantuan, itu hanya karena Profesor M mengetahui bahwa ES tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Sambil menunggu ES lulus kuliah, atas dasar pertimbangan kemanusiaan, Prof. M bersedia memberikan sejumlah bantuan untuk biaya hidup anak tersebut.

"Namun belakangan, malah Razman Arif Nasution meminta kenaikan angka yang harus diserahkan naik menjadi Rp2 miliar, atau permasalahan ini akan dipublikasi.

"Tindakan yang dilakukan oleh ES bersama-sama dengan kuasa hukumnya ini, jelas merupakan tindak pemerasan kepada Profesor M.

"Berkaitan dengan pelaporan ES kepada KPAI, yang mengklaim bahwa seolah-olah telah terjadi penelantaran atas anak yang dilahirkan oleh ES, adalah merupakan bentuk keterangan palsu kepada lembaga negara.

"Fakta yang sebenarnya adalah, hingga saat ini ES tidak pernah tidak bisa membuktikan bahwa anak yang dilahirkannya itu adalah anak Prof. M.

"Justru ES pernah mengirimkan foto akta Kelahiran anaknya tersebut kepada pihak Profesor M, dimana dalam akta tersebut sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Profesor M sebagai orangtua dari anak yang dilahirkan oleh ES."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini