Usulan Direspons Presiden Jokowi, Lukman Sardi Optimis Masa Depan Industri Film Nasional

Lintang Tribuana, Jurnalis · Kamis 11 Maret 2021 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 206 2376267 usulan-direspons-presiden-jokowi-lukman-sardi-optimis-masa-depan-industri-film-nasional-tAgLfJlAZk.jpg Lukman Sardi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lukman Sardi menjadi salah satu insan perfilman yang diundang Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat pada 9 Maret lalu. Ia senang karena surat terbuka yang diajukan pelaku industri langsung ditanggapi sang presiden.

"Kita hargai banget respons dari Pak Presiden cukup cepat ya, akhirnya mengundang beberapa perwakilan dari film industri untuk bisa bertemu pak Presiden," kata Lukman Sardi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (11/3/2021).

Baca Juga:

Main Film The Science of Fictions, Lukman Sardi Curi Ilmu dari Gunawan Maryanto

FFI Resmi Digelar, Lukman Sardi Berharap Industri Perfilman Terus Bergairah

Penampilan Apik Lukman Sardi dan Prisia Nasution dalam Pertunjukan Teater Nyanyi Sunyi Revolusi

Dalam pertemuan itu, mereka membahas lima permintaan yang diajukan. Salah satunya adalah kampanye 'kembali menonton bioskop', berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, untuk menghilangkan stigma negatif menonton bioskop di tengah pandemi.

Menanggapi itu, presiden meminta kementerian terkait menyusun paket stimulus dan tetap berkomunikasi dengan pelaku industri dalam usaha penanggulangan covid-19, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi nasional.

Melihat respons positif Jokowi, Lukman percaya bahwa industri perfilman Tanah Air akan bangkit dengan pengoptimalan bioskop ini. "Kita optimis banget, apalagi akhirnya pemerintah menyetujui stimulus itu," imbuhnya.

Keinginan Lukman dan insan perfilman lainnya untuk membuka bioskop secara maksimal tak lain karena keresahan mereka melihat kondisi industri film di tengah pandemi. Jumlah penonton merosot drastis dan tentunya berpengaruh pada penghasilan mereka.

"Bioskop sekarang jalan, tapi dalam jumlah terbatas. Ada 6 atau 7 film Indonesia yang tayang cuma menghasilkan 390 ribu pentonon," ujar Lukman.

"Ini sesuatu yang mengkhawatirkan karena kalau ini terjadi terus, film kita benar-benar mati," imbuhnya.

Karena itu, insan perfilman menggandeng pemerintah untuk berperan membangun kepercayaan masyarakat kembali ke bioskop. Tentunya dengan memastikan lingkungan yang sesuai protokol kesehatan covid-19.

Salah satu upayanya adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang akan melakukan sertifikasi Cleanless (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan), dan Environmental Sustainability (pelestarian lingkungan), atau CHSE untuk bioskop.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini