Stork Project Bantu Seniman Bangkit dari Kesulitan Hidup di Tengah Pandemi COVID-19

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 33 2298962 stork-project-bantu-seniman-bangkit-dari-kesulitan-hidup-di-tengah-pandemi-covid-19-yovRSXtzTQ.jpg Stork Project. (Foto: Instagram/@storkproject.id)

JAKARTA - Pandemi COVID-19 berimbas pada penghentian aktivitas masyarakat di beberapa lini. Tak terkecuali aktivitas seni rupa yang pada akhirnya membuat para seniman dan komunitas pelukis mengalami kesulitan finansial. 

Berkaca pada kondisi itu, Clarine Winarta, siswi kelas 12 yang juga pencinta seni menggagas sebuah kegiatan non-profit bernama Stork Project. Program yang mulai beroperasi sejak Juni 2020 itu, menjadi wadah bagi seniman untuk dapat bertahan hidup di tengah pandemi. 

“Ide untuk menolong seniman-seniman ini berawal dari passion saya untuk dunia seni. Dan pada dasarnya, banyak orang kesulitan mempertahankan hidup akibat pandemi,” ungkapnya saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Sabtu (24/10/2020).

Stork Project. (Foto: Instagram/@storkproject.id)

Lewat program tersebut, Clarine berkolaborasi dengan sederet seniman yang dia kenal lewat guru lukisnya saat masih duduk di sekolah dasar. Bersama mereka ‘melukis’ lewat berbagai media, mulai dari kaos, celemek, hingga tote bag. 

Stork Project alias Proyek Bangau, mengusung filosofi tersendiri. Burung bangau yang dianggap sebagai lambang pembawa berkah, diharapkan dapat memberikan berkah pada para seniman di masa sulit seperti saat ini. 

Berbekal filosofi tersebut, Stork Project berhasil menjual 120 kaos, 40 celemek, dan 60 tas. Sementara untuk harga, berkisar Rp350.000 untuk kaos, Rp600.000 untuk celemek, dan Rp500.000 untuk tote bag. 

Baca juga: Ngobrol Seni Bareng Didik Nini Thowok

Clarine menambahkan, hasil penjualan digunakan untuk membeli 300 paket sembako senilai Rp100.000 per paket. Nanti donasi itu akan diberikan kepada komunitas seniman lokal dan masyarakat umum yang membutuhkan. 

Hal tersebut tentunya sangat amat membantu para seniman yang saat ini mencoba untuk bertahan hidup dalam situasi pandemi. Tak hanya itu, Clarine juga menyumbangkan sebagian besar penghasilan Stork Project untuk membantu membiayai anak berusia 6 tahun yang mengalami gagal ginjal. 

Stork Project. (Foto: Instagram/@storkproject.id)

Ia juga membantu para perempuan yang terpaksa putus sekolah di Desa Fatuneno, Nusa Tenggara Timur. Bantuan yang diberikan berupa alat pengolah hasil bumi agar mereka bisa mendapat penghasilan dari penjualan makanan. 

Lewat Stork Project, Clarine Winarta berharap agar dirinya bisa mengembangkan proyek tersebut dan membantu para seniman. Ia juga berharap agar program itu bisa menjadi wadah bagi seniman untuk menjual karya mereka.*

Baca juga: Ingin Berdamai, Krisdayanti Titip Pesan untuk Aurel dan Azriel

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini