Muncul Seruan Boikot Film Mulan, Ini Penyebabnya

Lintang Tribuana, Jurnalis · Rabu 09 September 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 206 2274913 muncul-seruan-boikot-film-mulan-ini-penyebabnya-e8FweAhMg6.jpg Film Mulan. (Foto: Disney)

JAKARTA - Film Mulan menuai seruan boikot, hingga menjadi trending topic di Twitter. Film live-action ini dirilis di layanan streaming Disney+ pada 4 September 2020. Beberapa adegan di film itu ternyata diambil di Xinjiang, yang dikenal sebagai wilayah pelanggaran hak atas populasi muslim Uighur. 

Melansir CBS News, Rabu (9/9/2020), banyak yang mengkritik kredit di akhir film yang berisi ucapan terima kasih kepada Komite Otonomi Xinjiang Uighur Partai Komunis China. 

Menurut PBB, lebih dari satu juta muslim Uighur China ditahan di kamp interniran pemerintah di wilayah Xinjiang. Komisi Eksekutif Kongres AS untuk China menggambarkannya sebagai penahanan massal terbesar dari populasi minoritas di dunia saat ini.

Film Mulan. (Foto: Disney)

Laporan Hak Asasi Manusia Departemen Luar Negeri AS 2018 merinci contoh penyiksaan untuk muslim di sana. Mulai dari pelecehan seksual, pemaksaan konsumsi alkohol dan babi, hingga penyitaan Alquran. 

Sehingga, ucapan terima kasih untuk Komite Xinjiang di film Mulan menuai kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya, Novelis Jeanette Ng. 

Baca juga:

Profil dan Fakta Liu Yifei, Aktris Cantik Multitalenta Pemeran Mulan

Christina Aguilera Rilis MV Reflection Versi Baru untuk Film Mulan

"Mulan secara khusus berterima kasih kepada departemen publisitas komite daerah otonom BPK Xinjiang Uighur atas kreditnya. Anda tahu, tempat di mana genosida budaya terjadi," cuit Jeanette Ng. 

"Mereka memfilmkan secara ekstensif di Xinjiang, yang subtitle menyebutnya 'China Barat Laut. Beri tahu teman Anda, menandatangani petisi, menulis tanda untuk protes berikutnya yang Anda hadiri, boikot lainnya, " sambungnya.  

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini