JAKARTA - Dari sekian banyak lagu yang telah diciptakan Didi Kempot, ternyata ada satu lagu yang paling membekas dan menjadi titik balik dalam kehidupan maestro campursari asal Surakarta itu. Lagu tersebut adalah Cidro.
"Cidro itu adalah kenangan saya, dan cerita hidup saya. Lagu itu yang membuat saya bisa dikenal masyarakat luas seperti saat ini," kata Didi Kempot di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Kronologi Meninggalnya Didi Kempot
Didi Kempot, Berawal dari Pengamen hingga The Godfather of Broken Heart

Kepada Okezone, Didi bercerita bahwa Cidro terlahir dari sebuah pengalaman berharga yang dia dapatkan saat pertama kali hijrah ke Jakarta, tahun 90-an. Kala itu, Didi memang ingin mengadu nasib di Ibu Kota bersama beberapa teman pengamennya.
Mereka kemudian menamakan diri sebagai 'Kelompok Pengamen Trotoar' alias 'Kempot' yang kini menghiasi nama panggung Didi.
Didi dan teman-temannya tinggal di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Selama di ibu kota, mereka rutin mengamen di daerah tersebut sembari sesekali mencoba peruntungan mengirimkan demo lagu ke label rekaman.
Sampai pada suatu hari, Didi berkenalan dengan seorang wanita dan akhirnya mereka saling jatuh hati. Ia mengaku terpesona melihat kebaikan wanita tersebut karena tidak malu menjalin hubungan dengan seorang pengamen.
"Kami sering ketemuan di bundaran slipi di trotoar ada warung tegal. Dia senang sama saya. Padahal waktu itu rambut saya masih gondrong gimbal," ungkap Didi.