Pemerhati Musik: Lagu-Lagu Didi Kempot Mengena di Hati Masyarakat

Karina Asta Widara , Jurnalis · Selasa 05 Mei 2020 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 05 205 2209573 pemerhati-musik-kagu-lagu-didi-kempot-mengena-di-hati-masyarakat-VkqBlPHzD2.jpg Didi Kempot (Foto: Instagram)

JAKARTA - Nama Didi Kempot memang semakin melekat di hati para kaum milenial semenjak ia beri julukan kepada penggemarnya dengan sebutan 'Sobat Ambyar'. Tidak terkecuali di mata para pemerhati musik Boris Sujatmiko yang mengatakan jika dirinya sangat kehilangan dengan meninggalnya Musisi asal Surakarta tersebut.

"Karena musik dan lirik lagu milik didi kempot begitu dekat dengan telinga khalayak," kata Boris.

Lanjut Boris, ia mengatakan jika semua lagu-lagu yang diciptakan oleh Didi sangatlah mengena di hati masyarakat khususnya kaum milenial yang menyukai lagu-lagu bertemakan patah hati dan kehilangan.

"Yang lebih mengena lagi, lagu lagu didi benar benar bisa jadi pelarian kaum milenial," katanya lagi.

 

Baca Juga: ' Banyu Langit', Proyek Duet Terakhir Didi Kempot dan Judika

Pria bernama lengkap Didi Prasetyo ini sedikitnya sudah menciptakan sebanyak 800 lagu bertemakan cinta dan patah hati dengan mempertahankan genre musik yang memadukan pop moderen dengan elemen-elemen musik tradisional Jawa.

Bahkan Boris juga mengatakan jika Didi punya posisi penting di hati para kaum muda yang baik tengah merasakan cinta ataupun yang sedang mengalami patah hati.

"Terutama anak-anak muda yang punya sejuta cerita soal cinta," lanjutnya

Semangat Didi Kempot dalam mempopulerkan lagu dengan bahasa Jawa memang tak pernah surut hingga ia mendedikasikan sebutan 'Sobat Ambyar' untuk para anak milenial yang kini banyak meminati lagu-lagunya.

"Generasi milenial, bukan generasi yang doyan murung lama oleh cinta. Dia lebih suka cari obat atau pelarian secepat mungkin. Dan pelarian itu salah satunya terwadadi lirik-lirik yang dibuat didi kempot," urai Boris.

Boris juga mengatakan satu keistimewaan yang dimiliki Didi dibanding seniman lain adalah sesedih apapun liriknya, seperih apapun ceritanya tetap diramu dengan musik yang enak dan merangsang saraf gerak manusia.

"Hanya didi kempot, patah hati, dijogeti (bergoyang)," tutup pemerhati musik dan produser RCTI ini.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini