Kiai Said Gubah Single 'Bapak' Didi Kempot Menjadi 'Ya Abataah'

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 205 2228524 kiai-said-gubah-single-bapak-didi-kempot-menjadi-ya-abataah-r7Yz5Vr2Ic.jpg Didi Kempot (Foto: Instagram @didikempot_official)

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menggubah lagu 'Bapak' karya almarhum Didi Kempot. Lagu ini digubah ke dalam bahasa Arab berjudul 'Ya Abataah' dan dinyanyikan Wafiq Azizah.

Proses produksi single 'Ya Abataah' dikerjakan tim NUPro Management dan telah di-launching di YouTube 'NU PRO'. Dalam proses penerjemahan ini, Kiai Said menyampaikan beberapa renungan:

Didi Kempot 

Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Baeksang Arts Awards 2020

1. Lagu Bapak Bisa Menjadi Inspirasi

Syair itu bahasa apa saja yang penting indah. Kiai Said menerjemahkan ke dalam bahasa Arab agar dipahami kalangan yang lebih luas. Khususnya bagi santri dan komunitas muslim di negeri-negeri yang berbahasa Arab.

"Mudah-mudahan, menjadi motivasi agar bapak-bapak semua menjadi bapak yang bertanggung jawab pada anak-anaknya. Baik urusan maisyah, nafaqah maupun urusan pendidikan," kata Kiai Said dalam siaran persnya, Kamis (11/6/2020).

2. Syair Renungan

Syair ‘Bapak’ dari almarhum Godfather of the Broken Heart itu merupakan renungan yang sangat dalam. Seorang ayah merupakan wakil dari Allah, yang berfungsi tarbiyah (mendidik, mengajar). Allah itu Rabbul 'alamiin, Rabbunnas, Rabbul aulaad.

“Allah itu yang menciptakan manusia, menciptakan anak. Nah, ayah ini, merupakan murabbi, yang memelihara, yang menindaklanjuti, apa yang telah diciptakan oleh Allah," kata Kiai Said.

3. Bapak Bertanggungjawab dalam Proses Tarbiyah

Allah menciptakan anak, dengan segala potensinya. Ada indra pendengaran. Ada penglihatan. Ada hati. Maka, bapaklah yang bertanggung jawab tarbiyah.

“Saya lihat, syair-syair yang dilantunkan Didi Kempot ini sangat merdu. Dengan kesederhanaannya, dengan struktur kata-kata syairnya, dengan konten yang sangat bernilai, maka mudah-mudahan saya mendorong kepada para pendengarnya untuk ingat kepada Allah, dzikir kepada Allah, dari hatinya yang tulus, dari jiwanya yang tulus. Bukan hanya dzikir oral, bukan hanya dzikir lisan, tapi betul-betul ingin mendekatkan diri kepada Allah,” terangnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini