nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Balik Penjara, Pramoedya Ananta Toer Tetap Berkarya

Hana Futari, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 11:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 09 33 2090058 dari-balik-penjara-pramoedya-ananta-toer-tetap-berkarya-CERKrJ5KEY.jpg Pramoedya Ananta Toer. (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Pramoedya Ananta Toer dapat dikatakan begitu akrab dengan penjara. Sepanjang hidupnya, dia sempat ditahan sebanyak tiga kali.

Berbagai alasan berbeda mengantarkan Pram ke dalam penjara. Dia sempat dituding sebagai bagian dari pejuang kemerdekaan hingga karyanya dianggap bermasalah.

Tematik Pramoedya Ananta Toer. (Ilustrasi: Okezone)

Baca juga: Takut Dipenjara, Iwan Fals Baca Bumi Manusia Sembunyi-Sembunyi 

LP Bukit Duri yang berlokasi di tepi Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta merupakan penjara pertama untuk Pramoedya Ananta Toer. Dia diamankan pada 1947 karena dianggap bagian dari tentara pejuang Indonesia.

Sekitar 2 tahun kemudian, Pram dibebaskan. Namun 11 tahun setelahnya, dia kembali merasakan dinginnya tembok penjara akibat buku Hoakiao yang ditulisnya dianggap anti-Tionghoa.

Pram mendekam di Rumah Tahanan Militer selama 2 bulan, hingga akhirnya dipindahkan ke LP Cipinang pada 1961. Setelah bebas, dia kembali dijebloskan ke penjara sekitar 13 hari setelah insiden Gerakan 30 September 1965.

Baca juga: September 2019, Gundala Tayang di Festival Film Toronto 

Pasalnya, kala itu Pram berstatus sebagai redaktur surat kabar Bintang Timur yang dianggap dekat dengan paham Komunis. Di Pulau Buru, dia dipenjara selama hampir 10 tahun.

Berada di balik penjara tak membuat Pram berhenti menulis. Saat berada di LP Bukit Duri, dia menghasilkan tulisan Perburuan yang disimpan oleh GJ Resink. Di Pulau Buru, dia juga dilarang menulis selama 4 tahun.

 Tematik Pramoedya Ananta Toer. (Ilustrasi: Okezone)

Baru pada 1973, dia kembali diizinkan menulis. Di sanalah novel Bumi Manusia lahir. Novel itu pertama kali diterbitkan Hasta Mitra pada 1980 dan terbilang sukses di pasaran dengan 10 kali pencetakan ulang.*

1
2
BERITA FOTO
+ 7

Diadaptasi dari Novel Karya Pramoedya, Reza Rahadian dan Chelsea Islan Bermain Kembali dalam Bunga Penutup Abad

Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies dan Marsha Timothy sebagai Nyai Ontosoroh dalam pertunjukan Bunga Penutup Abad di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jumat 16 November 2018. Bunga Penutup Abad merupakan sebuah pementasan teater yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini