Berdamai dengan Kriss Hatta, Anthony Hillenaar: Kemungkinan Itu Hanya 10 Persen

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 26 33 2083906 berdamai-dengan-kriss-hatta-anthony-hillenaar-kemungkinan-itu-hanya-10-persen-4gbQv5o5b5.jpg Anthony Hillenaar. (Foto: Okezone/Vania Ika Aldida)

JAKARTA - Aktor FTV Anthony Hillenaar, secara blakblakan mengaku akan sulit berdamai dengan Kriss Hatta. Potensi damai di antara keduanya, menurut Anthony, hanya sekitar 10 persen.

“Saat ini, saya belum ada keinginan untuk berdamai dengan Kriss Hatta. Jadi, kemungkinan damai hanya 10 persen saja,” kata Anthony Hillenaar saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Soal Kasus Penganiayaan, Kriss Hatta dan Korban Akan Jalani Mediasi 

Keputusan itu, menurut Anthony, diambilnya karena kecewa dengan Kriss Hatta. Pasalnya, dia sudah menawarkan perdamaian sejak peristiwa pemukulan itu terjadi pada 6 April 2019. Selama 3,5 bulan kasus penganiayaan itu terdaftar di kepolisian, Anthony mengaku, tak ada itikad baik Kriss Hatta untuk berdamai.

Bahkan, menurut dia, Kriss Hatta malah menyepelekan kasus penganiayaan tersebut. “Dia (Kriss Hatta) bilang, ‘Sudah, Anthony mah enggak usah digubris. Mana bisa gue ditangkap'. Nah, setelah ditangkap baru kelabakan,” paparnya.

Alasan lain yang membuat Anthony enggan berdamai dengan Kriss Hatta adalah tidak adanya penyesalan. “Waktu gue lihat live pihak Polda Metro Jaya, media nanya apakah dia menyesal. Dan dia hanya menjawab, ‘No comment.” Dari situ saya berpikir, ya sudah kasus ini akan berlanjut.”

Sikap Kriss Hatta yang menyepelekan kasus pemukulan yang dilakukannya membuat Anthony enggan berdamai.

Baca juga: Maia Estianty Pamer Foto Lawas, Al Ghazali: Wuayu Tenan

Meski saat ini, mantap dengan keputusannya melanjutkan proses hukum kasus penganiayaan tersebut, namun Anthony mengungkapkan, ada kemungkinan berubah pikiran. Pasalnya, sore ini (26/7/2019), dia dan ibu kandung Kriss Hatta, Tuty Suratinah akan melakukan pertemuan untuk mediasi.

“Kita lihat saja nanti bagaimana hasil pertemuan mediasi itu,” kata Anthony.*

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini