Gara-Gara Tato, Jhody Super Bejo Dimaki saat Umrah

Rena Pangesti, Jurnalis · Sabtu 04 Mei 2019 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 03 33 2051328 gara-gara-tato-jhody-super-bejo-dimaki-saat-umrah-VeLgs8xKpX.jpg Jhody Super Bejo. (Foto: Okezone/Rena Pangesti)

JAKARTA – Menjalani proses hijrah bukanlah hal mudah bagi Jhody Sumantri. Personel duo Super Bejo itu bahkan mengaku pernah menerima makian dari seseorang.

Jhody berkisah, insiden makian itu terjadi saat dia menjalankan ibadah umrah, pada 2017. Saat tengah khusyuk berdoa, tiba-tiba seorang pria tak dikenal mendekatinya.

Baca juga: Denny Sumargo Sambut Tantangan DJ Verny untuk Tes DNA Lanjutan

“Dia menunjuk lengan saya dan bilang, ‘Haram! Haram!’ Dari situ, saya menetapkan untuk menghapus tato tersebut,” ujarnya saat ditemui Okezone di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Setibanya di Tanah Air, keinginan Jhody menghapus tato terealisasi berkat seorang teman yang menawarkan jasa penghapusan tato gratis. “Menghapus tato kan enggak murah. Sekitar Rp30.000 per sentimeter,” katanya.

“Bayangkan, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk menghapus tato raksasa di tangan dan kaki saya. Alhamdulillah, Allah mempermudah semuanya,” ungkap Jhody menambahkan.

Untuk menghilangkan tato yang menghiasi tubuhnya, Jhody mengaku, menjalankan empat kali treatment. Tekad besar ternyata mampu menghilangkan rasa sakit yang dirasakannya setiap kali menjalankan treatment.

“Itu sakitnya bukan main, karena kulit sampai terbakar. Tapi bismillah saja. Saat dilaser, saya sambil membaca Alquran,” katanya.

Baca juga: Hindari Riba, Jhody Super Bejo Pilih Ngontrak Rumah

Kini, setelah melewati serangkaian treatment, tato-tato tersebut mulai memudar. Pria 49 tahun itu mengaku sangat bersyukur karena selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan proses hijrahnya.

“Minta saja sama Allah. Akan ada waktu yang tepat untuk Dia mengabulkan doa setiap hambaNya. Saya percaya, kalau ada kesungguhan pasti akan diberikan jalan.”*

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini