nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung Penghapusan UU Anti-Aborsi, Sulli Dihujat Netizen

Siska Maria Eviline, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 16:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 12 33 2042603 dukung-penghapusan-uu-anti-aborsi-sulli-dihujat-netizen-vOLoOlTjlg.jpg Sulli. (Foto: IST)

SEOUL - Choi Jirin alias Sulli kembali menuai kontroversial. Hal itu, bermula ketika dia menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan untuk merevisi Undang-Undang Anti-Aborsi pada akhir tahun 2020.

Sulli merayakan keputusan itu lewat Instagram dengan menuliskan, “#2019_4_11_adalah hari yang terhormat karena penghapusan Undang-Undang Anti-Aborsi! Ini adalah kebebasan memilih bagi setiap perempuan,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Baca juga: Tanggapan Sulli soal Mabuk dan Tak Pakai Bra saat Live Instagram

Postingan yang disukai lebih dari 85.000 kali itu kemudian dihujani kritik netizen. Mereka menilai, Sulli berpura-pura menyuarakan suaranya lewat media sosial. “Penghapusan Undang-Undang Anti-Aborsi bukanlah sesuatu yang layak dirayakan. Tapi lihatlah dia begitu bahagia karena keputusan itu,” kata seorang netizen.

Sementara lainnya mengatakan, Sulli berpura-pura mengetahui banyak hal, termasuk revisi Undang-Undang Anti-Aborsi itu berkat adanya media sosial. “Padahal, otak Sulli sebenarnya kosong,” ungkap warganet tersebut.

Sejak 1953, Korea Selatan menjadikan praktik aborsi sebagai salah satu tindakan kriminal dengan ancaman 1 tahun penjara dan denda KRW2 juta (Rp24,84 juta). Dokter yang menangani praktik tersebut juga terancam 2 tahun penjara.

Sejak itu, aborsi hanya diizinkan untuk kehamilan dengan kasus tertentu, seperti pemerkosaan, inses, kehamilan yang mengancam kesehatan sang ibu, hingga gangguan turunan. Namun pada 11 April 2019, Mahkamah Konstitusi Korea menyatakan bahwa larangan aborsi itu melanggar undang-undang dasar.

Baca juga: Duka Barack Obama untuk Rapper Nipsey Hussle

Sembilan hakim mengklaim, regulasi itu akan melanggar hak-hak perempuan jika mereka dipaksa untuk menjaga keberlangsungan fetus di saat mereka tak menginginkannya. Klaim itu merupakan tanggapan terhadap keluhan para dokter kandungan yang harus diadili akibat menangani kasus aborsi pada 2017.

Terkait keputusan Mahkamah Konstitusi tersebut, Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan akan menghormati keputusan pengadilan. Pemerintah akan meminta parlemen untuk merevisi undang-undang tersebut pada akhir tahun 2020.*

(SIS)

BERITA FOTO
+ 12

Jamming Session Okezone, Serasi Perkenalkan Adek Manis Abang Tampan

Serasi hadir pada acara Jamming Session di Kantor Redaksi Okezone, Jakarta, Jumat 12 April 2019.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini