Awalnya, Maudy tak memiliki keyakinan untuk diterima di universitas tersebut. Beberapa faktor penerimaan yang membuat Maudy awalnya pesimis untuk mendapatkan tempat di universitas tersebut.

“Jujur saya tidak berpikir saya akan masuk. Tingkat penerimaan sangat rendah, dan pada setiap langkah aplikasi saya harus mengingatkan diri saya untuk tidak menaikkan harapan saya. Hampir mustahil untuk masuk,” tambahnya.
Untuk saat ini, gadis kelahiran Jakarta, 19 Desember 24 tahun silam ini belum memutuskan universitas mana yang akan dia pilih untuk menlanjutkan pendidikan. Namun, Maudy berjanji akan membagikan keputusannya saat telah mantap memilih satu di antara Harvard University atau Stanford University.
(sus)