nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bekraf Pastikan Pemerintah Tolak Pasal Karet dalam RUU Permusikan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 19:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 06 205 2014530 bekraf-pastikan-pemerintah-tolak-pasal-karet-dalam-ruu-permusikan-OLO8xMQNOx.jpg Triawan Munaf. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf memastikan pemerintah tidak akan meloloskan pasal-pasal yang rentan dijadikan delik untuk mengkriminalisasi musisi dalam RUU Permusikan. Namun, Triawan mengaku, draf RUU Permusikan itu belum diterima pemerintah.

RUU Permusikan yang masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2019 dan masih digodok DPR itu, nyatanya sudah mendapatkan penolakan dari sejumlah musisi Tanah Air.

Baca juga: Kisruh RUU Permusikan, Ini Pesan Bijak Melly Goeslaw

"Bahwa ada pasal-pasal aneh, saya setuju jangan sampai diloloskan. Pemerintah juga (menginginkan) pasal-pasal itu tidak akan lolos," kata Triawan usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/2/2019).

Triawan meminta musisi dan seniman tidak khawatir dengan polemik RUU Permusikan lantaran pemerintah tidak akan membatasi hak-hak seniman dan musisi untuk berkarya. Apalagi Bekraf selalu mengedepankan kreativitas para seniman.

"Untuk rekan-rekan seniman, musisi, enggak usah khawatir. Saat sampai ke pemerintah nanti kita akan saring lagi," ujarnya.

Triawan mengapresiasi, para musisi yang telah melakukan pertemuan-pertemuan dalam mengawal RUU Permusikan tersebut. Ia berharap, tak ada pasal karet yang lolos dalam UU Permusikan nantinya. "Saya jamin pemerintah tidak akan bisa menerima pasal-pasal itu," ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa musisi menyoroti sejumlah pasal dalam RUU Permusikan. Salah satunya Pasal 5 yang yang mengatur proses kreasi musisi dalam menghasilkan karya. Di dalam pasal itu, ada tujuh poin yang berisi larangan untuk membuat musik yang mendorong publik untuk melakukan kekerasan dan perjudian. 

Tak hanya itu, musisi juga dilarang untuk menghasilkan musik berkonten pornografi, memprovokasi pertentangan antarkelompok, menodai agama, mendorong terjadinya penyalahgunaan narkotika, hingga membawa pengaruh buruk budaya asing.

Triawan mengatakan, RUU Permusikan tidak akan disahkan dalam waktu dekat. Ia pun meminta para musisi untuk duduk bersama mendiskusikan pasal-pasal dan aturan dalam RUU tersebut.

"Jadi RUU Permusikan itu kan masih di DPR dan baru draf awal. Untuk bisa sampai ke pemerintah kan melalui banyak proses. Selain itu, belum dibentuk panja dan masih terlalu jauh untuk suka dan tidak disukai," tuturnya.

RUU Permusikan Menjadi Polemik, Anang Hermansyah Angkat Bicara

Baca juga: Suka Anak-anak, Ria Ricis Sulap Rumah Barunya Jadi 'Wahana Bermain'

Sebelumnya, sebanyak 262 musisi menyatakan sikap menolak RUU Permusikan. Penolakan itu bahkan membawa mereka untuk membentuk Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

"Kami menemukan setidaknya 19 Pasal yang bermasalah, mulai dari ketidakjelasan redaksional atau bunyi pasal, ketidakjelasan siapa dan apa yang diatur, hingga persoalan mendasar atas jaminan berekspresi dalam bermusik," ujar koalisa itu dalam siaran pers yang mereka rilis.*  

(SIS)

BERITA FOTO
+ 7

RUU Permusikan Menjadi Polemik, Anang Hermansyah Angkat Bicara

Musisi sekaligus anggota DPR Anang Hermansyah menghadiri diskusi terkait RUU Permusikan di Jakarta.

Berita Terkait

RUU Permusikan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini