nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Cyber Bullying kepada Selebriti, Pengamat: Jelas Tindakan Kriminal

Hana Futari, Jurnalis · Sabtu 19 Januari 2019 10:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 18 33 2006377 marak-cyber-bullying-kepada-selebriti-pengamat-jelas-tindakan-kriminal-ZqePhYAF6t.jpg Ilustrasi Cyber Bully (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus bullying di kalangan selebriti seakan tak pernah padam. Di samping hadirnya penggemar, sosok haters pun seperti turut mengiringi kepopuleran para selebriti.

Kriminolog Josias Simon menyampaikan tanggapannya terhadap kasus bullying yang menimpa para selebriti. Josias pun mengatakan bahwa aksi bullying sudah termasuk dalam tindak kriminal dan dinilai sebagai kejahatan.

Baca Juga: Chani Akui Bingung saat Cium Kim Bora di Sky Castle

Baca Juga: Ikutan #10yearschallenge, Christian Sugiono dan Titi Kamal Pamer Foto Ciuman

Cyber Bullying

"Ini (kasus bullying) jelas kasus kriminal karena berhubungan dengan kejahatan. Tergantung dengan kerugian yang ditimbulkan dari kasus ini," ujar Josias Simon kepada Okezone melalui sambungan telepon, Jumat (18/1/2019).

Lebih jauh, Josias melanjutkan bahwa dasar hukum dari kasus bullying yang terjadi di kalangan selebriti ini menyangkut pada pencemaran nama baik serta pelanggaran undang-undang ITE. Bahkan seseorang yang terbukti melakukan aksi bullying dapat dikenakan hukuman pidana.

"Untuk kasus bullying di media sosial masuk pada pencemaran nama baik dan ITE karena memberikan kata-kata yang tidak sepantasnya. Jadi kategori besarnya memang pencemaran nama baik dan bisa dikenakan undang-undang pidana ringan," tambahnya.

Dari deretan selebriti yang mengalami bully di media sosial, sebagian menempuh jalur hukum dengan melaporkan pembully ke pihak berwajib. Tindakan tersebut ternyata sebuah langkah yang tepat karena dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas untuk tak melakukan aksi yang sama.

Anjasmara ketika melaporkan pembully istrinya

"Jadi memang harus ada mekanisme, pertama berupa pembelajaran kepada pelaku bullying di media sosial seperti yang sering beri komentar atau apapun harus ada landasannya apa yang mereka sampaikan," tambah Josias.

Sayangnya, dari para korban bullying dan hatespeech di media sosial, hanya beberapa yang melaporkan hal tersebut. Itulah yang mendasari aksi bullying terus berlangsung dari waktu ke waktu terlebih kini penggunaan sosial media semakin meluas.

"Sebenarnya penanganan bullying juga cukup sulit apalagi saat ini lebih marak karena media sosial. Kasus bully yang berujung pada pelaporan, selebihnya hanya menjadi hiasan di media sosial," sambungnya.

Pelaporan terhadap kasus bullying tersebut tetap harus memiliki landasan kuat. Kasus tersebut dapat ditindak apabila menimbulkan kerugian terhadap sang korban, baik dalam bentuk fisik maupun psikis.

"(Penyelesaian masalah bullying) tergantung tingkat sejauh mana penimbulan kerugian terhadap korban sejauh mana kalau memang menimbulkan kerugian fisik dan psikologis harus ada tindakan tapi kalau sifatnya ringan-ringan saja masih bisa diselesaikan dengan kekeluargaan," pungkasnya.

Seperti diketahui akhir tahun 2018, Ussy Sulistiawaty melaporkan beberapa akun Instagram yang mem-bully putri sulungnya, Nur Amalia Putri. Warganet tersebut melakukan penghinaan fisik terhadap gadis yang akrab disapa Amel itu. Bahkan, Ussy menilai aksi tersebut bukan lagi sebagai aksi bully melainkan penghinaan. Kemudian juga ada Anjasmara yang melaporkan netizen karena menghina Dian Nitami.

(aln)

BERITA FOTO
+ 10

Sasi Asmara, Putri Anjasmara-Dian Nitami yang Tumbuh Jadi Gadis Cantik

Sasi Asmara yang kini berusia 15 tahun tumbuh menjadi seorang gadis cantik. (Foto: Instagram @sasiasmara)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini