Sementara itu, melihat dari sisi artis yang terjerat dalam lembah hitam tersebut, Komnas Perempuan lebih menempatkan mereka sebagai korban. Hal ini mengingat bahwa prostitusi bisa jadi sebagai hadiah bagi para pejabat publik maupun orang-orang yang memiliki relasi dengan penguasa.
“Kenapa Komnas Perempuan juga lebih banyak menempatkan wanita itu sebagai korban? karena dilihat juga bisa jadi, ini dipakai sebagai gratifikasi seks juga. Jadi (prostitusi) sebagai hadiah kepada pejabat atau pastinya mereka yang memiliki relasi kuasa yang cukup tinggi terhadap korban sehingga ada juga transaksi-transaksi yang jangan sampai keluar beritanya. Ancaman-ancaman itu terus mengikuti,” lanjutnya.
Budi Wahyuni menambahkan bahwa praktik prostitusi itu sebenarnya sangat rentan terhadap kekerasan perempuan. Meskipun, perempuan tersebut menjadikan bisnis ini sebagai penghasil pundi-pundi rupiah mereka.
“Kita dapat kesimpulan sangat rentan perempuan terhadap kekerasan seksual ini khususnya dunia prostitusi, sekalipun itu dianggap sebagai pilihan pekerjaan. Saya yakin itu tidak akan terpilih jika ada pilihan yang lain,” pungkasnya.
(aln)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri