Bani, kata dia, dikenal sangat baik. Banyak kenangan dengan Bani yang telah dijalani. Mulai berjuang bersama untuk membesarkan grup sampai akhirnya dia harus keluar dari grup band ini.
“Dulu kita makan bersama, rokok bersama. Tidak ada yang tidak bareng,” ungkapnya.
Doni mengaku cemburu dan iri atas musibah yang menimpa para sahabatnya. Itu adalah jihad, karena mereka tengah bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga. Ibarat mereka gugur di medan pertempuran.

“Tidak ada yang seberuntung mereka,” jelasnya.
Diakuinya mereka sempat lose contact. Namun perahabatan yang terjalin adalah dari hati, sehingga meski jauh mereka tidak bisa dipisahkan. “Bani, Andi dan Herman adalah founding father Seventeen,” tegasnya.