Tur Keliling Eropa, Deadsquad & Burgerkill Alami Hal Sedih dan Menyenangkan

Isnawati, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 15 205 1991692 tur-keliling-eropa-deadsquad-burgerkill-alami-hal-sedih-dan-menyenangkan-48xkwmH2gn.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Band metal asal Indonesia, Deadsquad dan Burgerkill baru saja menggelar tur keliling Eropa. Tur yang dimulai pada 15 Oktober 2018 sukses mengguncang panggung metal Eropa.

Rangakaian tur yang bertajuk Super Invasion 2018, Burgerkill dan Deadsquad berkolaborasi dengan Supermusic. Keduanya pun menjalani tur dimulai dari Deadsquad yang menyambagi Austria, Jerman, Swiss, Perancis dan Belanda. Sementara Burgerkill menyerbu Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Ceko, dan Polandia. Meski berbeda rute, keduanya sempat bertemu dalam satu panggung di Belanda pada 25 Oktober lalu.

Pada sesi nonton bareng "After Movie Super Invasion European Tour" di CGV FX Sudirman, keduanya memperlihatkan aktivitas tur Eropa. Tak hanya itu, para personel Deadsquad dan Burgerkill juga bercerita mengenai pengalamannya berkeliling Eropa.

(Baca juga: Ritual Khusus Deadsquad & Burgerkill Hilangkan Rasa Gugup saat Manggung)

"Tour Eropa ini adalah pengalaman terbaik yang kami dapat dapatkan bersama Supermusic. Kami menjelajah dan berpetualang hampir semua daratan Eropa. Ini adalah hal yang menantang baik secara fisik maupun mental," ungkap Stevi dalam jumpa pers, Jumat 14 Desember 2018.

Autisisme para pecinta music metal di Eropa menjadi kegembiraan tersendiri bagi Gitaris gondrong tersebut. Bahkan dirinya cukup kaget saat CD dan merchandise yang mereka jual laku sepanjang konser terutama untuk kaos ukuran kecil.

Sama halnya dengan Deadsquad, para personel Burgerkill juga merasakan kesenangan selama menjalani tur tersebut. Eben sang gitaris Burgerkill mengaku enjoy saat mengeksplorasi musik di depan penggemar metal Eropa. "Banyak Hal seru selama 20 hari di sana dari mulai manggung hingga syuting video klip," terang Eben.

(Baca juga: Unggah Video Bareng Boy William, Gisella Anastasia Hujan Kritik Pedas)

Selain kisah yang menyenangkan, berbagai kisah menyedihkan juga mereka alami. Seperti yang dialami Welby Deadsquad yang ketinggalan efek gitarnya di sebuah kabin pesawat. Ia mengaku kesulitan saat harus membelinya karena tidak semua toko musik ada. "Nggak semua toko musik ada. Sekali ada, harganya mahal beda 2 juta," kata Daniel sang vokalis Deadsquad.

Tentunya pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran bagi kedua band tersebut untuk berhati-hati. Seperti diketahui, kedua band tersebut menjalani tur serba spontan dan apa adanya tanpa kru.

Kesuksesan tur yang mereka jalani semakin membuktikan bahwasanya musik metal Indonesia juga memiliki kualitas yang mumpuni. Untuk itu, komunikasi dengan para industri musik metal di Eropa harus tetap terjalin.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini