nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gabungkan Efek Visual Modern & Cerita Legenda, Teater Koma Angkat Kisah 'Mahabarata'

Rena Pangesti, Jurnalis · Jum'at 16 November 2018 08:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 16 206 1978532 gabungkan-efek-visual-modern-cerita-legenda-teater-koma-angkat-kisah-mahabarata-qNT7DthwXp.JPG Teater Koma (Foto: IST)

JAKARTA - Teater Koma menggelar produksi ke 154nya dalam lakon 'Mahabarata : Asmara Raja Dewa' yang dihadirkan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Dalam cerita yang dihadirkan, Nano Riantiarno selaku penulis selaku sutradara pun ingin agar generasi muda juga mengetahui cerita legenda yang mengadaptasi dari sejarah India ini. Yakni dewa dewi yang ada dalam cerita kemudian digabungkan dengan unsur tanah air dengan kemunculan para wayang.

Baca juga: Jerinx 'SID' Siapkan Proyek Film soal Bali

"Ini kisah lama, tapi cukup memikat. Karena kisah ini jarang dipentaskan, maka saya ingin lakon ini dipanggungkan," ujar Nano dalam keterangan rilis yang diterima Okezone pada Kamis, (15/11/2018).

teater koma 

Secara garis besar, 'Mahabarata : Asmara Raja Dewa' ini bercerita soal dewa dewi yang menjaga keseimbangan alam semesta dari gangguan para iblis yang ingin berkuasa. Bukan hanya soal kekuasaan, namun kisah asmara serta para pewayangan yang dihadirkan juga menambah rasa syahdu dalam cerita.

Meski ini masuk dalam cerita legenda, namun Nano tidak ingin sepenuhnya terlihat 'old school' atau ketinggalan zaman. Dengan menggabungkan visual efek multimedia, kisah Mahabarata ini pun makin hidup. Terlebih saat tiga proyektor besar di sisi kanan, kiri dan tengah sebagai pendukung gambar, menambah kesan modern.

Sebagai salah satu pemain, Rangga Riantiarno yang berperan sebagai dewa bernama Bantara Guru pun menilai, cerita yang dihadirkan sarat dengan nilai kehidupan manusia.

teater koma 

"Kita lihat perebutan kekuasaan alam semesta antara dewa dan iblis dalam cerita kan juga dekat dengan kondisi kita saat ini. Pilihannya tentu kembali pada diri sendiri, apakah ingin dikuasai oleh yang jahat, atau berusaha untuk menjaganya," kata Rangga.

Baca juga: Fokus Berkarier, Siti Badriah Belum Pikirkan Pernikahan

Sebagai putra dari Nano Riantiarno, Rangga berharap jika panggung teater akan terus ada untuk menyampaikan pesan lewat sebuah cerita yang dihadirkan.

"Selain berharap agar pementasan ini bisa menghibur, sebagai seniman saya juga berharap agar makin banyak lagi penikmat teater di Indonesia," pungkasnya.

(ady)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini