nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menyoal Kontroversi 'Siluman Ular' Nagini dalam Fantastic Beast 2

Sasya Semitari P, Jurnalis · Jum'at 28 September 2018 23:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 28 206 1957168 menyoal-kontroversi-siluman-ular-nagini-dalam-fantastic-beast-2-Kxo0F9HksU.jpg Claudia Kim dan Karakter Nagini. (Foto: Warner Bros)

LOS ANGELES – Keberadaan siluman ular Nagini dalam trailer terbaru Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald sukses menimbulkan perdebatan di kalangan fans. J.K Rowling selaku penulis skenario film itu, memang sempat menjelaskan silsilah Nagini lewat Twitter.

Dalam komentar balasannya kepada fans, J.K Rowling mengungkapkan karakter Nagini terinspirasi dari mitologi Indonesia. “Naga adalah makhluk mitologi mirip ular dari Indonesia. Itu kenapa ia dinamai Nagini," tulisnya. 

Baca juga: Diduga Cekcok dengan Keponakan, Dewi Perssik Ngamuk di Medsos

J.K Rowling menambahkan, "Mereka kadang-kadang digambarkan bersayap, terkadang setengah manusia dan setengah ular. Indonesia terdiri dari ratusan kelompok etnik, termasuk Jawa, China, dan Betawi. Semoga harimu menyenangkan.”

Namun, penjelasan itu justru memantik perdebatan yang lebih panjang. Penggemar menuding, J.K Rowling terkesan rasis dengan memilih Claudia Kim, aktris Asia (asal Korea Selatan) untuk memerankan karakter tersebut. Hal itu, mengesankan orang Asia hanya menjadi ‘peliharaan’ bagi masyarakat kulit putih, mengingat Nagini adalah ular milik Lord Voldemort.

Tak hanya tudingan rasis, keberadaan Nagini juga disebut-sebut sebagai sebuah tindak misogini atau kebencian terhadap perempuan. Dengan menjadikan Claudia, yang notabene adalah perempuan, sebagai ular peliharaan Lord Voldemort, J.K Rowling dituding memandang perempuan sebagai ‘pelayan’ kaum pria.

Ternyata, Nagini adalah seorang wanita (yang diperankan seorang aktris Asia) yang dikutuk menjadi ular… Ini adalah tindakan rasis dan bencana misogini,” tulis seorang pengguna Twitter seperti dilansir dari Resonate, Jumat (28/9/2018).

Kontroversi Nagini tak berhenti sampai di situ. Seorang penulis asal India, Amish Tripathi, menyanggah penjelasan J.K Rowling tersebut. Tripathi mengatakan, Nagin adalah bahasa Sanskerta. Sementara kata Naga berasal dari mitologi India atau Hindu.

Sebenarnya, @jk_rowling mitologi Naga berasal dari India. Ia (Naga) melakukan perjalanan ke Indonesia bersama kerajaan India-Hindu pada awal masehi, lewat pengaruh para pedagang dan Rishis/Rishikas. Nagin adalah bahasa Sanskerta,” tulis @authoramish dalam unggahannya.

Permasalahan juga merambat kepada penggemar setia Harry Potter. Mereka menganggap, J.K Rowling melupakan detail-detail dalam cerita Harry Potter untuk diterapkan dalam Fantastic Beast 2. Hal ini coba dipaparkan seorang penggemar asal Korea Selatan yang menyebutkan, Lord Voldemort hanya suka dan berpihak pada darah murni.

Baca juga: Jadwal Rilis Film Reboot Hellboy Diundur Jadi April 2019

Lebih lanjut, fans tersebut mengatakan, “Kami tahu bagaimana Nagini diperalat dan dibunuh Voldemort. Dan J.K Rowling merepresentasikan semua kesengsaraan itu pada aktris Asia?

Penggemar tersebut pun mengingatkan bahwa J.K Rowling tampaknya melupakan, pada akhirnya Harry Potter bukanlah satu-satunya Horcrux yang bertahan hidup.*

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini