Share

Jalani Pemeriksaan di Lido, Fariz RM Minta Rehabilitasi

Vania Ika Aldida, Okezone · Rabu 29 Agustus 2018 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 29 33 1942974 jalani-pemeriksaan-di-lido-fariz-rm-minta-rehabilitasi-UInsvTo2Kx.jpg Foto: Dok Okezone

JAKARTA - Penyanyi yang tenar di era-80an, Fariz RM, diketahui kembali tertangkap narkoba pada Jumat 24 Agustus 2018, di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pelantun Barcelona ini diketahui tertangkap oleh jajaran Polres Metro Jakarta Utara dengan barang bukti berupa alat penghisab sabu dan dua paket narkoba yang dikemas dalam plastik klip.

Pada penangkapannya Jumat kemarin, Fariz RM tercatat sudah tiga kali diciduk oleh pihak kepolisian lantaran menggunakan narkoba. Sebelumnya pada 2007 ia tersangkut kasus kepemilikan 1,5 linting ganja, dan pada 2015 lalu dirinya kembali tertangkap memiliki alat hisab sabu.

Pada penangkapan yang ketiga kalinya, suami dari Oneng Diana Riyadini ini diketahui langsung dibawa ke Lido, Sukabumi, untuk melakukan pemeriksaan mengenai seberapa berat dirinya candu terhadap narkoba. Bahkan Fariz RM berikut pihak pengacara, berharap agar BNN bisa mengabulkan keinginannya untuk melakukan rehabilitasi berdasarkan perintah dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.

(Baca juga: Mulai Sakau, Fariz RM Direhabilitasi Sore Ini)

"Hari Senin kemarin sudah dititipkan ke Lido, dilakukan pemeriksaan, di assessment. Jadi artinya penyidik juga sudah berusaha untuk mengklarifikasi perbuatan mas Fariz. Ini kan kerjasama dengan BNN untuk dilihat apakah beliau tergolong pecandu berat atau tidak," ujar M. Syafri Noer, selaku kuasa hukum Fariz RM, yang ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (29/8/2018).

"Artinya apabila dia memang pecandu berdasarkan Pasal 127 UU 35 tahun 2009, itu kan tidak ada jalan lain kecuali harus direhab medis dan psikologinya, karena kalau tanpa rehab, seseorang pecandu itu tidak akan bisa sembuh. Berarti dia akan mengulangi lagi kalau ini sudah yang ketiga seandainya pada saat kejadian 2015 itu pada saat kami tangani ya penyidik dan Pengadilan memutuskan dia untuk dihukum direhab itu akan lebih baik. Kejadian ini enggak akan terjadi," paparnya.

(Baca juga: Ternyata, Ini Alasan Fariz RM Masih Pakai Narkoba)

Ia menambahkan bahwa keputusan Pengadilan yang menghukum pria 59 tahun tersebut di penjara Cipinang, bukanlah hal yang benar. Sebab, pecandu narkoba bukanlah seorang pelaku tindak pidana yang harus mendapatkan hukuman kurung. Ia justru harusnya mendapatkan hukuman berupa rehabilitasi, untuk menghilangkan rasa kecanduannya terhadap narkoba, dan membuatnya tidak akan lagi tersandung kasus tersebut dikemudian hari.

"Ya salah menjatuhkan hukuman, yang seharusnya hukuman itu dijatuhkan untuk rehab ini malah dihukum penjara di Cipinang. Apa yang bisa dia dapatkan di sana? Karena pecandu narkotika itu bukan pelaku tindak pidana seperti pencurian dan penjambretan," kata Syafri.

"Dia enggak akan sembuh, tidak akan punya efek jera, apabila permasalahan dia di dalam otaknya itu tidak disembuhkan," tukasnya.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Follow Berita Okezone di Google News

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini