"Sama sekali tidak terganggu karena ini bukan bisnis pertama saya. Apa yang saya dapatkan dari nyanyi dan musik dan saya kembalikan dalam bentuk yang lain. untuk bisnis ada hitungan sendiri, ini bukan samata bisnis tapi membangun sebuah nama," selorohnya.

Tak ingin tersandung masalah royalti, Ari pun memastikan setiap karya dari para musisi yang dinyanyikan di rumah karaokenya akan mendapatkan hak. Hal ini lah yang membuatnya yakin ketika terjun ke bisnis seperti ini. Sebagai musisi ia tahu betul rasanya jika tak mendapatkan hak. Maka dari itu ia tak ingin teman-teman seprofesinya merasakan hal yang sama.
"Bahwa grup Masterpiece adalah salah satu pelopor yang membayar royalti kepada artis. Kalau ada karaoke yang belum membayar royalti karena sistemnya pengawasaan belum bener. Nah masterpiece salah satu pioner yang melakukan pembayaran kepada artis yang karyanya digunakan di karoke ini. Terbukti grup karaoke yang komitmen melakukan pembayaran," tegas Ari.
(aln)