nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siapa Sangka, Kotak Nyaris Bubar 2 Tahun Lalu

Alan Pamungkas, Jurnalis · Rabu 25 Juli 2018 16:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 25 205 1927219 siapa-sangka-kotak-nyaris-bubar-2-tahun-lalu-r06s4BzEWx.JPG Kotak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Band Kotak menjadi salah satu band dengan aliran rock papan atas Indonesia. Selama 14 tahun berkarier di belantika musik Tanah Air, Kotak juga mengalami pasang surut. Bahkan band yang digawangi oleh Tantri, Chua dan Cella itu nyaris bubar pada tahun 2016.

Hanya karena masalah komunikasi, Kotak mengalami kejenuhan. Terlintas dipikiran mereka untuk membubarkan diri dan jalan sendiri-sendiri di belantika musik.

"Kemarin kaya jenuh terjebak rutinitas enggak bisa berkarya lagi enggak ada feelnya. Sempet mikir bubar," jelas Tantri usai menjalani konser intim bersama Kerabat Kotak bertajuk "Masih Ada" di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Begini Keseruan Duet Maria & Band Kotak di Top 3 Indonesian Idol 2018

(Baca Juga: Fans Temukan Tiket Konser Terbaru One Direction, Benarkah?)

(Baca Juga: Gabung Agensi So Ji Sub, Taecyeon Pastikan Tak Mundur dari 2PM)

Namun mereka berpikir ulang. Jangan sampai karena masalah sepele, band yang sudah mempunyai nama ini hilang dimakan zaman. Mereka kembali melunturkan ego. Mencoba kembali membangun komunikasi untuk terus eksis di belantika musik Tanah Air.

"Terus kita mikir kok masalah sepele dan komunikasi kita bubar. Nah konser ini karena kita rindu menyajikan sesuatu yang kita siapin sendiri. Maka judul konsernya Masih Ada," sambung Tantri.

Begini Keseruan Duet Maria & Band Kotak di Top 3 Indonesian Idol 2018

Seiring bertambahnya usia, Kotak memang bertambah dewasa. Kondisi kejenuhan yang dialami 2016 berbeda saat masih awal merintis karier. Cella menjelaskan sulitnya saat ini adalah mempertahankan dengan memecahkan solusi yang baik untuk semua personel.

"Sekarang rasa sesama personel makin kuat. Sense berubah, perjuangannya berubah, nah sekarang waktunya mempertahankan. Dan mempertahankan lebih susah. Dulu sesama personel kalau marah main kuat-kuatan siapa yang keluar. Sekarang tidak memecahkan solusi," tutup Cella.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini