LONDON – Aktor House of Cards, Kevin Spacey, tampaknya harus berurusan dengan kasus hukum baru. Pasalnya, Scotland Yard, kantor pusat Metropolitan Police Service di London, tengah memproses tiga laporan kekerasan seksual baru.
Meski mengamini adanya laporan tersebut, namun pihak kepolisian enggan secara gamblang menyebut nama Kevin Spacey sebagai pelaku. Meski begitu, pihak berwenang mengakui, tengah menyelidiki seorang pria Amerika atas laporan yang dilayangkan oleh tiga pria berbeda.

Baca juga: Masih Tak Akur, Wirdha Sylvina Enggan Hubungi Elvy Sukaesih
Melansir The Guardian, tuntutan penyerangan seksual itu terjadi di tiga lokasi berbeda: Westminster (1996), Lambeth (2008), dan Gloucester (2013). Merunut lokasi dan waktu kejadian, media Inggris mengklaim hal itu sesuai dengan keberadaan Spacey di Inggris.
Sepanjang 2004-2015, dia diketahui menjabat sebagai sutradara artistik Old Vic Theatre London. Menariknya, di teater itu pula sekitar 20 orang mengklaim dirinya mendapatkan perlakuan tak senonoh sang aktor. Saat ini, pihak otoritas Inggris sedang mempertimbangkan untuk memproses enam klaim pelecehan seksual yang melibatkan Spacey.

Kasus pelecehan seksual yang melibatkan Spacey terkuak setelah aktor Anthony Rapp mengungkapnya ke publik, pada Oktober 2017. Rapp mengatakan, Spacey mencabulinya saat dia masih berusia 14 tahun.
Pengakuan itu kemudian ditanggapi Spacey dengan permintaan maaf secara terbuka. Aktor 58 tahun itu menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi karena dia sedang mabuk. Dari pengakuan Rapp itu, klaim pelecehan seksual lainnya pun bermunculan.
Dari hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, sebagian besar tindakan cabul yang dilakukan Spacey masuk dalam kategori ‘Handsy’. Artinya, dia ‘menyerang’ dengan menyentuh bagian intim korban menggunakan satu tangan.

Baca juga: Lupa Hubungi sang Bunda, Syahrini Alami Peristiwa Menegangkan di Pesawat
Rentetan kasus pelecehan seksual Spacey tersebut merupakan dampak dari terkuaknya kasus Harvey Weinstein. Dia melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan perempuan selama 3 dekade dengan menjual statusnya sebagai produser.
Atas tindakannya tersebut, Weinstein dituntut hukuman penjara minimal 10 tahun dan maksimal seumur hidup. Ini merupakan salah satu tuntutan terberat yang pernah menimpa kalangan produser film.
(SIS)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri