nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Lebaran, Ustadz Yusuf Mansur Minta Masyarakat "Jaga Jempol"

Edi Hidayat, Jurnalis · Sabtu 23 Juni 2018 21:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 23 33 1913211 usai-lebaran-ustadz-yusuf-mansur-minta-masyarakat-jaga-jempol-D4XOxi4RPx.jpeg Ustadz Yusuf Mansur (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Memaknai hari Lebaran yang baru saja lewat, Ustadz Yusuf Mansur berharap masyarakat untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan. Kembali ke Fitri dengan saling maaf memaafkan bisa menciptakan suasana yang rukun.

"Gunakan ampunan yang sudah Allah berikan dengan tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sama kedepannya. Jadi supaya adem semuanya," kata Ustadz Yusuf Mansur, di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Indonesia di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Berbagi "Kepahitan" dengan Anak

Ustadz Yusuf Mansur

Maraknya komentar negatif dalam media sosial yang berujung aksi saling lapor ke pihak kepolisian, ditanggapi serius oleh Ustadz Yusuf Mansur. Ia berharap masyarakat bisa menjaga diri dan emosinya saat berkomentar dalam media soaial.

"Jaga mulut, jaga jempol, jangan sampai main share-share saja, yang diserang banyak saudara kita juga. Jadi hindari konflik," terang Ustadz Yusuf Mansur.

Baca Juga: Reaksi Ustadz Yusuf Mansur Dituding Jadi Penipu

Ustadz Yusuf Mansur

Sementara itu, bisnis Paytren Ustadz Yusuf Mansur juga diakuinya sempat tidak luput dari pandangan negatif. Namun, setelah mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai penyalur uang elektronik dan lolos dari verifikasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), bisnisnya tersebut bisa semakin berkembang.

"Karena kan paytren selama ini masih diragukan. Dengan kerjasama Ditjen Dukcapil, alhamdulillah setelah OJK, BI Money sekarang Dukcapil kan makin dipercaya," terang Yusuf Mansur.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Dukcapil I Gede Suratha mengungkapkan, kerjasama dengan paytren karena sudah melewati proses undang-undang. Bahkan, data para pengguna paytren juga sudah bisa terverifikasi oleh Dukcapil.

"Bergabungnya paytren ke Dukcapil, berarti sejatinya ikut membangun negara. Dari data kependudukan pelanggan paytren jadi jelas dan tidak ada lagi data abal-abal agar berjalan dengan baik dan dipercaya," pungkas I Gedhe Suratha.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini